Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan mencatat ada peningkatan angka kecelakaan selama arus mudik dan balik Idulfitri 1444 H. Peningkatan angka kecelakaan sejalan dengan meningkatnya jumlah pemudik.
Direktur Lalu Lintas Polda Sulsel, Komisaris Besar Faizal mengatakan, pelaksanaan Operasi Ketupat Pallawa Lipu 2023 telah berakhir sejak 1 Mei 2023. Faizal menjelaskan selama Operasi Ketupat Pallawa Lipu selama 14 hari tersebut, mencatat peningkatan jumlah pemudik hingga 46 persen dibandingkan tahun 2022.
"Sesuai prediksi kami di awal, bahwa dengan jumlah pemudik naik hingga 46 persen, pasti nanti akan berpengaruh kepada pelanggaran, kemudian penindakan, dan kecelakaan," ujarnya kepada wartawan di Kantor Ditlantas Polda Sulsel, Selasa (2/5).
Faizal mengaku peningkatan angka kecelakaan dan pelanggaran tidak bisa dipungkiri akan terjadi saat jumlah pemudik juga bertambah. Korban meninggal dunia akibat kecelakaan selama Operasi Ketupat Pallawa Lipu 2023 naik hingga 63 persen.
"Catatan kami tahun 2022 hanya 19 korban meninggal saat arus mudik dan balik Idulfitri. Tahun ini ada peningkatan 63 persen atau mencapai 31 orang meninggal dunia," tuturnya.
Selain korban meninggal, kata Faizal, angka korban luka ringan maupun berat akibat kecelakaan juga meningkat. Hanya saja, Faizal tak merinci berapa orang.
"Kecelakaan kebanyakan roda dua dan banyak terjadi di jalan poros atau utama," bebernya.
Sementara untuk penindakan pelanggaran berlalu lintas, Faizal merinci ada 487 pengendara diberi sanksi tilang. Jumlah ini mengalami peningkatan hingga 1.216 persen dibandingkan tahun 2022 yang hanya 87 tilang.
"Sanksi teguran juga naik 79 persen. Karena itu tadi, jumlah pemudik naik 46 persen. cukup banyak dan sangat banyak," tegasnya.
Dengan meningkatnya angka kecelakaan ini, imbuh Faizal, menjadi pekerjaan rumah dan evaluasi bagi jajaran Lalu Lintas. Ia menyebut peningkatan angka kecelakaan salah satunya karena kerusakan jalan.
"Ini menjadi PR, bahwa ini akan kami masukkan ke dalam hasil evaluasi dan menjadi rekomendasi bagi instansi terkait, jalan, pemda, kabupaten/kota agar ini tidak terulang lagi," tuturnya.
"Memang kondisi tahun ini jalannya banyak cukup rusak. Karena diawali curah hujan cukup tinggi, kemudian tenggang waktu untuk memperbaiki sangat singkat. Contoh seperti di daerah Kappang (Maros)," imbuhnya.