Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Bambang Ismawan mengungkap proses evakuasi jenazah Pratu Miftahul Arifin yang tewas dalam pertempuran dengan kelompok kriminal bersenjata di Nduga, Papua. Proses evakuasi masih mengalami kendala karena masalah cuaca.
"Sampai tadi siang belum bisa diambil karena memang pertama cuaca di sana tidak menentu, kadang satu hari hanya dua jam cerah, habis itu kabut," katanya di Monas, Jakarta, Senin (17/4).
Sementara helikopter untuk melakukan evakuasi tidak bisa langsung menuju tempat jenazah. Selain cuaca, medan tempat jenazah ditemukan tidak datar.
"Untuk pengambilan jenazah helikopter kita kan tidak bisa langsung merapat, karena di samping cuaca medannya juga tidak datar, itu kendala utama," ujarnya.
Advertisement
Sebelumnya, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono berduka cita atas gugurnya prajurit terbaik TNI Pratu Miftahul Arifin. Pratu Miftahul meninggal dunia saat bertempur melawan kelompok kriminal bersenjata di Nduga, Papua, dalam proses pencarian pilot Susi Air Capt Philips Mark Merthens.
"Panglima TNI turut berduka cita atas gugurnya prajurit terbaik TNI atas nama Pratu Miftahul Arifin yang gugur pada 15 April 2023 pukul 16.30 WIB," kata Kapuspen TNI Laksda Julius Widjojono saat jumpa pers, Minggu (16/4).
Julius memastikan, demi membela NKRI, TNI tidak pernah mundur sejengkalpun. TNI konsisten menjaga kedaulatan wilayah RI dan menjalankan misi terkait kondisi di Papua.
“Panglima TNI dengan tegas menyampaikan, untuk ambil tindakan jangan ragu-ragu,” tegas dia.