Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas meminta ribuan petugas haji yang akan melayani para jemaah di Tanah Suci agar mematuhi larangan-larangan yang ada. Petugas haji harus menjadi penyelesai masalah bukan menjadi bagian dari masalah.
Pesan tegas itu disampaikan Gus Yaqut saat membuka Bimbingan Teknis Terintegrasi dengan Kementerian Kesehatan PPIH Arab Saudi 1444 H/2023 M di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Rabu (12/4) malam.
"Petugas ini bukan hanya memberikan pelayanan kepada para jemaah tetapi juga sekaligus menjadi problem solver, pemecah masalah atas masalah yang mungkin saja dihadapi oleh jemaah haji di tanah suci," kata dia.
Dari pengalaman tahun lalu, Yaqut menceritakan, ada petugas haji malah membuat masalah sehingga harus berurusan dengan polisi Arab Saudi
"Ini menjadi pekerjaan tambahan buat kami di Kementerian. Saya tidak ingin, dan saya tidak mau tahu, tahun ini tidak boleh ada petugas yang berurusan dengan pihak aparat hukum di Arab Saudi," imbuhnya.
Untuk itu, Yaqut berpesan, kepada semua petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk memahami semua peraturan-peraturan, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan selama di Arab Saudi.
"Sekali lagi saya minta tolong, jangan sampai saudara-saudara ini menjadi bagian dari masalah. Jika saudara-saudara sekalian sungguh-sungguh dalam memberikan pelayanan pada jemaah haji, bukan hanya hajinya yang mabrur tapi juga Insyaallah jaminan-jaminan kenikmatan nanti di akhirat didapatkan oleh saudara-saudara sekalian," ujar Yaqut.
Advertisement
Selain mematuhi aturan, petugas haji juga diminta Menteri Agama untuk banyak bersabar. Jangan sampai, ada jemaah yang merasa tersakiti karena petugas tidak mampu menahan emosi.
Dengan jumlah jemaah lansia mencapai 60.000 lebih, Yaqut menyebut, kunci utama pelayanan adalah sikap sabar dari petugas.
"Nanti di tanah suci, ketika bertugas itu akan sangat menantang. Kadang-kadang mengganggu emosi kita. Saya minta tetaplah bersabar. Kalau lagi pingin marah, cari zamzam, minum saja," tukasnya.
Seperti diketahui, Bimtek Terintegrasi PPIH Arab Saudi 2023 diikuti oleh petugas haji dengan jumlah 1.234 orang. Sebanyak 306 petugas berasal dari Kementerian Kesehatan.
Dirjen PHU Kemenag, Hilman Latief dalam sambutannya menjelaskan, Bimtek Terintegrasi digelar untuk meningkatkan koordinasi antar bidang layanan, harmonisasi dan sinergitas layanan antarpetugas dan menyatukan visi dan misi PPIH.
Kemenag telah mencanangkan penyelenggaraan haji tahun ini sebagai 'Haji Ramah Lansia'. Semua bidang layanan dari akomodasi, transportasi, hingga katering difokuskan untuk memberikan kemudahan bagi para jemaah lansia.
Demikian juga dengan para petugas bimbingan ibadah, mereka diminta memberikan penjelasan kepada para jemaah lansia untuk tidak memaksakan diri melaksanakan ibadah-ibadah sunah yang akan menguras tenaga yang berujung pada gangguan kesehatan.