Kapolri Ungkap Upaya Penyelamatan Pilot Susi Air, 965 Polisi dan TNI Disebar di Papua

Polri juga membangun hubungan dengan Duta Besar (Dubes) Selandia Baru. Sebab pilot Susi Air bernama Philips Mark Merthens itu merupakan warga dari Selandia Baru.

Alma Fikhasari
Oleh Alma Fikhasari - Reporter
Kapolri Ungkap Upaya Penyelamatan Pilot Susi Air, 965 Polisi dan TNI Disebar di Papua
Potret Pilot Susi Air Philips Mark Mehrtens Disandera KKB. ©2023 Merdeka.com

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan upaya dilakukan Polri-TNI untuk membebaskan pilot Susi Air Philips Mark Merthens (37), yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua.

Sigit mengatakan saat ini anggota TNI dan Polri sudah diterjunkan ke beberapa titik untuk menyelamatkan pilot asal Selandia Baru tersebut.

"Terkait dengan peristiwa ini, Polri bersama TNI telah menggelar operasi paru, melibatkan 965 personel. Di mana personel tersebut saat ini sudah kami terjunkan ke titik-titik tertentu untuk melaksanakan penindakan," kata Sigit dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (12/4).

Utamakan Keselamatan Pilot

Namun Sigit memastikan Polri-TNI tetap mengutamakan keselamatan dalam menyelamatkan pilot tersebut.

"Namun tentunya tetap mementingkan keselamatan sandera," ujar dia.

Dia menjelaskan, dalam melakukan upaya penindakan, Polri juga membangun hubungan dengan Duta Besar (Dubes) Selandia Baru. Sebab, Philips merupakan warga dari Selandia Baru.

"Selain upaya penindakan, Polri juga berupaya melakukan diplomasi luar negeri yaitu dengan Dubes Selandia Baru untuk Indonesia, Atpol New Zealand, Australia Federal Police, kelompok Melanesian Spearhead Group (MSG), dan berbagai tokoh luar negeri lainnya. Mereka semua menghormati kedaulatan Indonesia, dan mengecam aksi penyanderaan yang dilakukan oleh KKB tersebut," kata Sigit.

Rekomendasi