Mantan Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi, menyatakan mengundurkan diri sebagai Ketua Umum Pejuang Bravo Lima (PBL) per 23 Maret 2023. Dirinya pun mengembalikan pengurusan PBL selanjutnya kepada Ketua Dewan Pembina sekaligus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan. Hal ini dibenarkan Gatot Krishnapaty, sebagai salah seorang fungsionaris senior Bravo Lima.
Menurut Gatot, Fachrul mengajukan pengunduran diri agar memiliki lebih banyak waktu bersama keluarganya. Menurut Gatot, Fachrul Razi sebagai mantan Wakil Panglima TNI, punya integritas yang tinggi.
"Tatkala beliau sudah mengambil keputusan mundur, pasti beliau memahami ada nilai-nilai yang bertentangan dengan hati nurani beliau. Sebagai informasi, PBL merupakan organisasi yang dibentuk Luhut nyaris satu dasawarsa lalu. Organisasi berisi para purnawirawan jenderal ini dibentuk untuk mendukung pencalonan Joko Widodo (Jokowi), pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 dan 2019," kata Gatot, Jumat (7/4).
Pengamat politik, Musni Umar memaklumi langkah mundurnya Fachrul Razi sebagai pimpinan PBL. Baginya, hal tersebut lazim terjadi di dunia politik.
"Ya, dalam demokrasi itu setiap orang berhak dipilih dan memilih," tuturnya.
Sebagai purnawirawan jenderal TNI, menurut Musni, Fachrul memiliki loyalitas terhadap bangsa dan negara. Dengan demikian, dia tak akan mudah ditekan seseorang agar melanggar konstitusi.
"Dia ini Jenderal bintang empat penuh, bukan jenderal kehormatan. Pasti dia punya pandangan untuk kebaikan bangsa dan negara. Jadi, dia akan berdiri di depan menghadapi pihak yang akan mengorbankan rakyat," katanya.