Kronologi Penerjun Payung TNI AU Tabrakan di Udara hingga Meninggal saat Latihan

Seorang prajurit TNI AU meninggal dunia saat latihan terjun payung menyambut perayaan HUT TNI AU, Rabu (5/4). Korban sempat bertabrakan dengan rekannya saat hendak lompat dari pesawat untuk melakukan manuver terjun payung.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Kronologi Penerjun Payung TNI AU Tabrakan di Udara hingga Meninggal saat Latihan
Gladi bersih jelang HUT TNI AU. ©2023 Merdeka.com/Imam Buhori

Seorang prajurit TNI AU, Sertu Agung Dwano Karisma meninggal dunia saat latihan terjun payung menyambut perayaan HUT TNI AU, Rabu (5/4). Korban sempat bertabrakan dengan rekannya saat hendak lompat dari pesawat untuk melakukan manuver terjun payung.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengatakan, pihaknya sangat berduka atas kejadian satu prajurit yang gugur saat latihan. Saat ini, tengah dibentuk tim investigasi untuk mencari penyebab kenapa terjadinya kecelakaan tersebut.

"Dan jenazah sudah dimakamkan di kampung halamannya di Soreang dengan upacara kemiliteran," ujar Fadjar, Kamis (6/4).

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah menambahkan, kejadian berawal saat prajurit free fall dari pesawat. Kemudian terjadi tabrakan antar penerjun di udara.

"Ada sentuhan di udara yang menyebabkan apakah pingsan atau apa, sehingga mendarat tidak sempurna," kata Indan.

Korban sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, setelah mendapatkan perawatan, beberapa jam kemudian meninggal dunia.

"Yang satu ini dalam proses recovery," ujarnya.

Indan belum mau berkomentar tentang penyebab terjadinya kecelakaan tersebut. Dia mengatakan, saat kejadian ada dua pesawat Hercules yang membawa 77 penerjun.

"Dia loncat bersama gitu, kelihatannya memang ada sentuhan atau benturan di udara gitu kelihatannya," tutur dia.

Dia mengatakan, saat ini TNI AU telah membentuk tim investigasi untuk mengetahui penyebab insiden tersebut.

Rekomendasi