Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, mengatakan pihaknya telah memeriksa 274 saksi terkait kasus dugaan penggelapan uang wajib pajak kurang lebih Rp2,5 milliar di Samsat Samosir UPT Pangururan yang menyeret nama Bripka Arfan Saragih (AS).
Uang sebanyak Rp2,5 miliar itu diduga digelapkan oleh Bripka AS dan temannya. Belakangan Bripka AS ditemukan tewas bunuh diri usai menenggak sianida.
Dalam paparan Kapolda Sumut, 274 orang saksi yang diperiksa terkait kasus dugaan penggelapan pajak 161 di antaranya merupakan wajib pajak yang menjadi korban. Kemudian, pegawai UPT Samsat Pangururan di Samosir juga turut diperiksa. Jumlah korban penggelapan pajak juga terus bertambah.
“Kami mendorong pihak UPT (Samsat Samosir) dan Dinas Pendapatan Daerah untuk bisa menyelesaikan membantu mengatasi kesulitan masyarakat yang uangnya digelapkan oleh para pelaku,” jelas Panca, Selasa (4/4) malam.
Panca mengatakan Bripka AS bersama koleganya bernama Acong diduga melakukan penggelapan pajak UPT Samsat Samosir. Keterlibatan Acong diketahui saat Kapolres Samosir, AKBP Yogie Hardiman, memeriksa ponsel milik Bripka AS ketika meminta keterangan dari anggota Satlantas Polres Samosir tersebut.
Saat ini, polisi masih memburu Acong. Dalam kasus dugaan penggelapan pajak tersebut polisi juga belum ada yang menjadi tersangka.
“Kami imbau Acong menyerahkan diri,” kata Panca.
Advertisement
Menurut Panca, kasus dugaan penggelapan pajak yang dilakukan Bripka AS dan koleganya dilakukan sejak tahun 2015 hingga 2022.
“Mulai 2015 sampai 2022. Tapi untuk apa itu digunakan masih proses penyelidikan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Benny Mamoto menyarankan agar dilakukan audit terkait penggelapan pajak tersebut.
“Kami mendorong dilakukan audit. Kami pesan kepada masyarakat lakukan sesuai prosedur. Kalau harus transfer ke bank, jangan ke rekening orang. Tidak perlu pakai calo. Tidak tertutup kemungkinan modus ini terjadi di tempat lain. Kami mengimbau jajaran untuk mendeteksi dini terjadinya kasus semacam ini,” kata Benny di Polda Sumut.