Pemudik Diminta Waspada 3 Titik Rawan Kecelakaan di Ruas Tol Solo-Ngawi

"Kami harapkan para pengguna kami, setiap 4 jam itu harus masuk ke rest area, paling tidak untuk beristirahat. Jadi analisa kami, 4 jam itu adalah batas maksimal untuk tingkat konsentrasi para pengguna jalan boleh melakukan perjalanannya."

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Pemudik Diminta Waspada 3 Titik Rawan Kecelakaan di Ruas Tol Solo-Ngawi
Tol Solo Ngawi. ©2023 Merdeka.com

PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) mulai melakukan persiapan menjelang arus mudik Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Termasuk meningkatkan imbauan agar pemudik hati-hatia saat melintas di lokasi rawan.

Direktur Utama (Dirut) PT JSN, Mery Natacha Panjaitan mengingatkan, ada sejumlah titik rawan di ruas tol Solo-Ngawi sepanjang 90,43 kilometer.

"Ruas tol Solo-Ngawi ini termasuk ruas yang relatif nyaman. Namun karena kenyamanannya, kita sering kali lengah. Kita punya titik-titik rawan kecelakaan itu di sekitar kilometer 542 jalur B, 562 jalur B, 574 jalur B," ujar Mery, saat Konferensi Pers Kesiapan Operasional Hari Raya Idul Fitri 1444 H/2023 Wilayah Jawa Tengah, di Kantor Jasa Marga Semarang, Selasa (4/4).

Hasil pengamatan dan data yang didapat, ada 3 titik rawan kecelakaan. "Sering kali pengguna jalan kami lost control, mungkin akibat ngantuk, segala macem dan terjadi kecelakaan di titik-titik ini," katanya.

Selain 3 lokasi rawan kecelakaan, pemudik juga diminta waspada titik-titik kepadatan. Berdasarkan pemetaan, ada 4 titik kepadatan di sepanjang ruas tol Solo-Ngawi. Keempat titik tersebut ada di gerbang tol.

"Untuk titik kepadatan, seperti tahun tahun sebelumnya, ada di 4 gerbang kita. Gerbang tol Colomadu, Ngemplak, Karanganyar dan Sragen," jelasnya.

Pihaknya sudah mempersiapkan antisipasi agar tidak terjadi penumpukan kendaraan atau kemacetan di keempat gerbang tol. Sehingga para pengguna atau pemudik bisa melakukan perjalanan dengan lancar tanpa hambatan.

Para pengguna tol Solo-Ngawi juga diminta beristirahat di rest area selama 30 menit setelah 4 jam berkendara. Waktu tersebut, menurutnya, menjadi batas lelah pengemudi jalan tol.

"Kami harapkan para pengguna jalan, setiap 4 jam itu harus masuk ke rest area, paling tidak untuk beristirahat. Jadi analisa kami, 4 jam itu adalah batas maksimal untuk tingkat konsentrasi para pengguna jalan boleh melakukan perjalanannya," pungkasnya

Corporate Communication & Community Development Group Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Lisye Octaviana menambahkan, untuk menunjang kelancaran arus mudik dan balik yang diprediksi naik, akan dilakukan penambahan petugas di lapangan, rambu lalu lintas dan lainnya. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kementerian serta sejumlah instansi terkait hingga di tingkat daerah.

"Antisipasinya sudah kita siapkan. Ada penambahan rambu, penambahan petugas, namun pelaksanaannya nanti akan disesuaikan dengan kondisi dan hasil diskusi dengan kepolisian," ungkapnya.

Lisye memperkirakan selama periode H-7 sampai dengan H+7 Lebaran 2023 volume lalu lintas keluar Jabotabek melalui empat gerbang tol utama sebanyak 2,78 juta kendaraan atau naik 6,77% dibanding periode yang sama Lebaran 2022.

Dari jumlah tersebut, 52% kendaraan menuju arah timur/Trans Jawa, 27,8% ke arah barat/Merak dan 20,2% sisanya ke arah selatan atau Ciawi.

"Puncak mudik terjadi pada 19 April 2023, ada 138 ribu kendaraan akan berada di KM 66 Tol Jakarta-Cikampek atau naik 2% dari puncak mudik Lebaran 2022," tutup dia.

Rekomendasi