Mundur dari Menpora, Zainudin Amali Dinilai Hindari Konflik Kepentingan dengan PSSI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui pengunduran diri Menpora Zainuddin Amali dan menunjuk Menko PMK Muhadjir Effendy sebagai pelaksana tugas (plt) Menpora.

Dedi Rahmadi
Oleh Dedi Rahmadi - Reporter
Mundur dari Menpora, Zainudin Amali Dinilai Hindari Konflik Kepentingan dengan PSSI
Ketua PSSI, Kapolri, Menpora Siapkan Satgas Antimafia Bola. ©2023 Liputan6.com/Herman Zakharia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyetujui pengunduran diri Menpora Zainuddin Amali dan menunjuk Menko PMK Muhadjir Effendy sebagai pelaksana tugas (plt) Menpora. Zainudin Amali memutuskan mundur dari jabatannya untuk fokus mengurus federasi sepakbola sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menilai Zainuddin Amali mundur karena tidak ingin terjadi konflik kepentingan jabatannya sebagai Menpora dengan hanya fokus mengurus sepakbola. Padahal, Menpora harus mengurus banyak cabang olahraga.

"Menpora Amali ini mundur karena alasannya ingin mengurus sepakbola. Sebab, Menpora kan harus mengurus semua cabor, maka tidak etis hanya fokus mengurusi satu cabor saja dan untuk menjaga supaya tidak terjadi konflik kepentingan. Saya kira ini sikap yang luar biasa, mengutamakan etika dalam mengemban jabatan publik," jelas Ujang di Jakarta, Senin (13/3).

Sebenarnya, kata dia, posisi sebagai Menpora dan Waketum PSSI bisa berjalan bersamaan sepanjang bisa membagi waktu. Bahkan hal ini sudah diizinkan oleh Presiden Joko Widodo. Namun demikian, Menpora Amali tidak lakukan hal itu.

"Pak Amali ini menjadi contoh etika politik pejabat, yang memilih fokus di salah satu jabatan ketika diberikan dua jabatan sekaligus," katanya.

"Saya lihat, bagi Amali pengabdian bagi bangsa lebih penting, makanya tidak melihat jabatan itu tinggi apa rendah. Ini contoh bahwa pengabdian bagi bangsa dan negara bisa dilakukan dimana saja, asalkan dijalankan dengan sepenuh hati," tukasnya.

Akademisi Universitas Al-Azhar Indonesia ini berharap makin banyak politisi, pejabat, dan birokrat yang mengikuti jejak Amali. Tidak rakus dengan merangkap jabatan.

"Apalagi akhir-akhir ini kepercayaan terhadap pejabat publik dan pemerintah menurun karena kehidupan super mewah pejabat. Ini patut dicontohlah. Itu yang diharapkan masyarakat," tegas dia.

Rekomendasi