Aktivitas Masyarakat di Wamena Kembali Normal, Ribuan Pengungsi Tinggalkan Makodim

Aktivitas masyarakat di wilayah Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, kembali normal setelah kerusuhan 23 Februari lalu. Ribuan pengungsi pun telah kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing.

Richard Jakson Mayor
Oleh Richard Jakson Mayor - Reporter
Aktivitas Masyarakat di Wamena Kembali Normal, Ribuan Pengungsi Tinggalkan Makodim
Dandim 1702/JWY Letkol Cpn Athenius Murip. ©2023 Merdeka.com/Richard Jakson Mayor

Aktivitas masyarakat di wilayah Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, kembali normal setelah kerusuhan 23 Februari lalu. Ribuan pengungsi pun telah kembali ke tempat tinggal mereka masing-masing.

"Ya, saya bisa pastikan, dan silakan dilihat sendiri, bagaimana perekonomian dan aktivitas warga masyarakat di Kota Wamena, telah berjalan aman, normal, dan kondusif. Dan juga ribuan pengungsi sudah pulang tinggalkan Makodim," ucap Dandim 1702/JWY Letkol Cpn Athenius Murip kepada merdeka.com di Makodim 1702 Jayawijaya, Wamena, Kamis (9/3).

Dapur umum di Makodim 1702 ditutup karena tidak ada lagi pengungsi sejak Rabu (8/3). Sebelumnya, ribuan pengungsi sempat berlindung di lokasi itu setelah terjadinya kerusuhan yang menewaskan belasan orang.

Athenius Murip bercerita, ribuan pengungsi itu sebelumnya ditempatkan di rumah-rumah prajurit, aula, juga rumah ibadah seperti gereja dan masjid, serta tenda-tenda yang dibangun di lapangan terbuka.

"Kami bersyukur, Wamena telah kondusif, dan ribuan pengungsi telah kembali ke rumah-rumah mereka, sehingga pelayanan makan minum di dapur umum ditutup," ungkap Dandim 1702/JWY.

Dia mengatakan, kondisi Wamena yang kembali normal tidak terlepas dari niat baik Forkopimda bersama TNI-Polri, juga masyarakat, utamanya keluarga korban. "Semua mau duduk bersama dan menyepakati, terkait persoalan pada 23 Februari 2023 lalu itu, dilakukan dengan proses budaya atau adat, juga proses hukum," jelasnya.

Rekomendasi