Abdussalam tekun menjalani profesi yang tidak biasa bagi kebanyakan orang. Iya, dia adalah seorang Mudin, orang yang melayani jenazah mulai dari memandikan, mengkafankan hingga memakamkan.
Abdussalam merupakan warga Kelurahan Sidokare, Sidoarjo. Sejak tahun 2015 dia ditunjuk oleh Dinas Sosial sebagai Mudin pemakaman Mr X. Sebagai Mudin, berurusan dengan orang yang meninggal adalah hal yang biasa baginya.
Namun kejadian berbeda pernah dialaminya ketika dia harus memakamkan 15 jenazah dalam satu hari. 15 jenazah itu bisa dibilang bukan jenazah biasa, melainkan jenazah tanpa identitas alias Mr X. Entah siapa saja jenazah yang belum diketahui identitasnya tersebut. Saat itu, Abdussalam hanya mendapat mandat untuk melakukan proses pemakaman. Jenazah yang sudah mengeluarkan bau busuk tersebut akhirnya segera dikebumikan.
Pada malam harinya, saat Abdussalam tengah tertidur pulas, tiba-tiba kakinya terasa ada yang menendang. Tendangan itu pun membuat dirinya terbangun.
Advertisement
"Dua kali ditendang. Sampai-sampai saya bertengkar dengan istri saya. Saya kira itu istri saya yang nendang. Ternyata bukan," cerita Abdussalam saat tengah menunggu kedatangan jenazah Mr X, Rabu (8/3).
Tidak hanya itu, di hari-hari berikutnya, Abdussalam kembali didatangi ke rumahnya. Saat itu, dia masih terjaga dan tiba-tiba ada seseorang yang menggedor pintu jendela. Saat tengah membuka jendela tersebut, tiba-tiba dia mendengar suara.
"Ojo dijupuk duite tok, mayite yo didungakno (jangan diambil uangnya saja, jenazahnya juga didoakan)," ucapnya menirukan.
Advertisement
Sejak saat itu, dia selalu mengirimkan Fatihah meski belum diketahui asal-usul jenazah tersebut.
Di sisi yang lain, menurut penuturan Abdussalam, seorang penggali kubur di makam Mr X tersebut sangat jarang yang bertahan lama. Entah apakah karena faktor mistis yang ada di pemakaman tersebut atau faktor lain.
"Jarang ada yang bisa bertahan lama. Entah karena digoda atau seperti apa saya juga enggak seberapa tahu," tandasnya.