Jokowi Cek Pesawat Super Hercules Sebelum Diserahkan ke Prabowo: Sangat Canggih

C-130 J Super Hercules merupakan Pesawat buatan Lokcheed Martin, Amerika Serikat. Pesawat itu itu adalah pengadaan pemerintah melalui Kementerian Pertahanan yang tertuang melalui kontrak pada bulan Agustus 2019 lalu.

Muhammad Genantan Saputra
Jokowi Cek Pesawat Super Hercules Sebelum Diserahkan ke Prabowo: Sangat Canggih
Presiden Jokowi Cek Pesawat Super Hercules. ©2023 Merdeka.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan serah terima Pesawat C-130 J Super Hercules A-1339 kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Kepala negara menyebut, bahwa pesawat itu sangat canggih.

Lihat Prabowo Subianto di Liputan6.com

Serah terima pesawat dilakukan di Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (8/3). Burung besi itu sebelumnya tiba di tanah air pada Senin (6/3) lalu.

C-130 J Super Hercules merupakan Pesawat buatan Lokcheed Martin, Amerika Serikat. Pesawat itu itu adalah pengadaan pemerintah melalui Kementerian Pertahanan yang tertuang melalui kontrak pada bulan Agustus 2019 lalu. Ada lima pesawat yang dipesan RI.

"Hercules yang kita terima dan pagi hari ini pesawat yang sangat canggih," kata Jokowi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (8/3).

Jokowi mengatakan, pesawat itu mampu membawa kargo hingga 19,9 ton. Di dalamnya juga bisa menampung 128 prajurit.

"Tadi saya sudah masuk lebih jelas bisa mengangkut pasukan yang pakai baik dengan parasut artinya penerjun itu bisa mengangkut 98, tapi kalau hanya pasukan dan penerjun bisa 128 pasukan dan bisa mengangkut 19,9 ton," terangnya.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, C-130J Super Hercules bagus untuk operasi militer maupun non-militer. Selain itu, bisa dimanfaatkan untuk bantuan bencana alam.

"Bisa menjangkau seluruh wilayah Indonesia karena pesawat super hercules ini bisa terbang 11 jam," katanya.

Jokowi menjelaskan, ada lima pesawat Hercules yang dipesan RI. Saat ini baru satu yang tiba dan diserahkan ke Kementerian Pertahanan. Nantinya, secara bertahap pesawat itu akan tiba lagi Indonesia.

"Yang kita pesan ada 5. Tadi Pak Menhan menyampaikan hari ini datang 1, nanti Juni tambah 1 lagi, Juli tambah 1 lagi, Oktober tambah 1 Januari tahun depan tambah 1. 5 pesawat yang akan datang ke negara kita," ucapnya.

Rekomendasi