Jalan Pantura Pati-Rembang Kerap Macet, Pengusaha Truk Mengeluh Muatan Rusak

Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah (Jateng) mengeluhkan kemacetan yang kerap terjadi di jalur Juwana Pantura Pati-Rembang. Selain kehilangan waktu, mereka juga mengalami kerugian karena rusaknya barang yang diangkut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jalan Pantura Pati-Rembang Kerap Macet, Pengusaha Truk Mengeluh Muatan Rusak
Ilustrasi macet. ©Shutterstock/Artens

Para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah (Jateng) mengeluhkan kemacetan yang kerap terjadi di jalur Juwana Pantura Pati-Rembang. Selain kehilangan waktu, mereka juga mengalami kerugian karena rusaknya barang yang diangkut.

"Kerugian pasti ada, untuk barang fresh food seperti sayuran, buah-buahan, dan makanan fresh lainnya, seperti ikan, terus kue. Itu bakal alami pembusukan kalau tidak segera sampai tujuan. Kalau makanan kering, aman," kata Wakil Ketua Aptrindo Jateng Bambang Widjanarko, Jumat (3/3).

Dia menjelaskan kemacetan jalur Pati-Rembang paling parah terjadi pada tanggal 28 Februari 2023 hingga 1 Maret 2023. Kemacetan hingga lima jam itu menyebabkan fresh food yang dibawa ratusan truk busuk.

"Paling parah tanggal 28 Februari, pas malam, sampai tanggal 1 Maret, siang. Itu kan pas ada pengerjaan jembatan Juwana, terus ditambah masih ada genangan air di sepanjang jalan, benar-benar stuck (berhenti) jadinya. Kalau kondisi sekarang, sudah tidak sampe lima jam, tapi masih tetap macet," ungkapnya.

Pemilik barang memang tak akan menuntut pada angkutan perusahaan, karena hal itu disebabkan faktor alam atau bukan karena ulah pengemudi truk. "Karena seluruh orang lewat situ, pasti mengalami, namanya bencana, kalau satu mobil saja, bakal kena denda. Tapi tetap rugi, apalagi kebusukan, sopir truk yang biasanya bisa pulang-pergi sampe enam kali misal, hanya bisa dua kali karena macet," jelasnya.

Sekadar informasi, perusahaan truk yang tercatat bergabung dalam Aptrindo Jateng ada sekitar 200 perusahaan truk. Namun untuk truk-truk perorangan, jumlahnya lebih banyak dari pada yang telah berasosiasi.

Rekomendasi