Ma'ruf Amin Minta Penanganan Kerusuhan Wamena Tak Makan Korban

Ma'ruf Amin meminta agar kasus kerusuhan Wanena diusut tuntas.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Ma'ruf Amin Minta Penanganan Kerusuhan Wamena Tak Makan Korban
Wakil Presiden Maruf Amin Menghadiri Acara Barus Bershalawat. Instagram/kyai_marufamin ©2023 Merdeka.com

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika dan aparat keamanan mencegah kerusuhan di Wanena, Papua terulang akibat berita bohong atau hoaks. Pernyataan tersebut dikemukakan Ma'ruf di sela kunjungan ke Solo, Rabu (1/3).

"Saya minta pihak Kominfo ya, dan tentu dengan alat-alat keamanan juga melakukan langkah-langkah antisipasinya. Jangan sampai nanti ada lagi, terutama daerah pegunungan ini mudah terprovokasi. Tentu harus diantisipasi," katanya.

Dikatakan Ma'ruf, antisipasi munculnya kerusuhan bisa dengan melakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah mempercayai sebuah berita atau informasi hoaks. Ia juga meminta agar kerusuhan tersebut ditangani dengan tuntas.

"Penanganannya sendiri memang harus ditangani secara tuntas. Harus dicari sumber sumbernya," tandasnya.

Ma'ruf juga meminta penanganan kerusuhan di Wamena tidak menimbulkan banyak korban. Harus dilakukan langkah-langkah antisipasif saat penanganan agar terhindar jatuhnya korban.

"Jangan sampai menangani kerusuhan itu sampai terjadi banyak korban. Harus ada langkah-langkah antisipasi supaya menyelesaikan setiap kerusuhan supaya sedikit mungkin jangan sampai ada korban," pintanya.

Ma'ruf meminta agar kasus kerusuhan Wanena diusut tuntas. Saat ini, lanjut dia, sudah ada pelaku atau salah satu provokator yang ditangkap.

"Ini ke depan pengamanan harus diperkuat. Jangan sampai ada daerah daerah yang kosong," tandasnya.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh pihak terkait untuk mengantisipasi agar kelompok kriminal bersenjata (KKB) tidak menjadikan informasi hoaks sebagai alat untuk mengacaukan suasana serta mengadu domba.

Kerusuhan terjadi Kamis (23/2) pekan lalu di Sinakma, Wamena, Papua berawal dari isu penculikan anak. Saat hendak ditangani polisi, ada sekelompok massa menjadi provokator hingga mereka melakukan tindakan anarkis dengan menyerang anggota dan melakukan pembakaran di sekitar lokasi.

Rekomendasi