Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menggencarkan program penanganan ibu hamil, Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5Ng). Ganjar juga selalu mengingatkan warganya yang sedang hamil untuk menjaga kandungan.
Misalnya saat Ganjar bertemu dengan seorang ibu hamil di Desa Jatibarang Kidul, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, beberapa waktu lalu. Ganjar mengingatkan kepada ibu muda tersebut agar menjaga kehamilannya.
Perempuan tersebut bernama Nur Hidayah (26) warga RT 2 RW 7 Desa Jatibarang Kidul, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes. Saat ditemui di rumahnya, Hidayah baru sekitar sebulan melahirkan bayinya dengan selamat.
"Saat itu, Pak Ganjar datang, terus nanya, pas posisi saya lagi hamil. Terus tanya, periksa di mana, hamil anak ke berapa, Pak Ganjar juga tanya porsi makan, protein, harus banyak makan tempe, ikan, ayam, sama sayur," kata Hidayah saat ditemui di rumahnya, Rabu (22/2/2023) lalu.
Dia merasa senang karena bisa bertemu Gubernur dan merasa diperhatikan soal kehamilannya. Seingatnya, ketika itu dia tengah hamil usia tujuh bulan. Hidayah tak menduga akan disapa orang nomor satu di Jateng tersebut.
"Enggak (tak menduga). Pas Pak Ganjar ke sini kan kaget. Senenglah. Minta foto. Pak Ganjar orangnya asyik, humble, enak buat cerita. Saya merasa diperhatikan oleh pak Ganjar. Senang," ucapnya.
Dia berterima kasih kepada gubernur karena memang saat hamil sempat mengidam bertemu gubernur. Keinginan tersebut menjadi nyata. Pesan gubernur kepadanya pun dilakukannya.
Selama mengandung, dia rutin memeriksakan kehamilannya ke posyandu. Hingga akhirnya sekitar sebulan yang lalu ia dibawa ke puskesmas, kemudian dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani proses persalinan.
"Alhamdulillah sehat bayinya. Berat badan 2,1 kg, Tinggi badan 43 cm soalnya masih 8 bulan. Pengen keluar dulu. Pengen ketemu Pak Ganjar," ungkap Hidayah.
Bidan Desa Jatibarang Kidul, Nur Aini mengatakan, pihaknya memang selalu koordinasi dengan kader kesehatan untuk bersama mendampingi para ibu hamil. Kader kesehatan ikut mendampingi ibu hamil bersama bidan hingga melahirkan.
"Kami bekerjanya dengan hati, bukan komersil. Bukan karena bayaran biaya persalinan berapa. Kami enggak melihat itu. Kami bertekad menurunkan AKI Kabupaten Brebes," terangnya.
Ketua TP PKK Jatibarang Kidul , Rusilawati mengatakan pihaknya memaksimalkan kader untuk mendampingi ibu hamil di setiap wilayah sampai melahirkan hingga nifas.
"Jadi kami selalu memantau. Baik dari bu bidan maupun ibu kader. Kalau ada ibu hamil. Dari nol itu sudah diperhatikan. Kami kerja sama dengan bidan di posyandu. Kami melihat bagaimana janinnya bisa berkembang dengan baik. Dan ibu bisa sehat," ujarnya.