Polisi Periksa 20 Saksi Terkait Kerusuhan di Stadion Jatidiri

Polisi belum dapat memastikan kerugian akibat kerusuhan tersebut. Sebab, saat ini masih dilakukan investigasi untuk mengetahui kerugian atau kerusakan di Stadion Jatidiri Semarang.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polisi Periksa 20 Saksi Terkait Kerusuhan di Stadion Jatidiri
Kericuhan di Stadion Jatidiri. ©Instagram/@pengamatsepakbola

Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 20 orang terkait kerusuhan di Stadion Jatidiri Semarang pada laga PSIS Semarang vs Persis Solo, Jumat (17/2). Namun belum ada data pasti mengenai jumlah suporter yang diamankan atau dimintai keterangan.

"Sementara 20 orang yang dimintai keterangan. Ada dari suporter, Panpel (Panitia Pelaksana), dan Pengelola Jatidiri," kata Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lumbantoruan, Sabtu (18/2).

Polisi belum dapat memastikan kerugian akibat kerusuhan tersebut. Sebab, saat ini masih dilakukan investigasi untuk mengetahui kerugian atau kerusakan di Stadion Jatidiri Semarang.

"Masih dilakukan pemeriksaan. Untuk hasil pemeriksaan, akan disampaikan Kapolrestabes dalam release resmi," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, pertandingan kontra PSIS Semarang vs Persis Solo di Stadion Jatidiri Semarang yang digelar tanpa penonton pada Jumat (17/2) sore di warnai aksi kerusuhan. Bahkan, meski pertandingan tersebut belum genap berjalan hingga babak pertama berakhir, ratusan suporter memaksa masuk di area stadion.

Setidaknya ada 1.500 suporter pendukung tim Mahesa Jenar yang memaksa masuk di area Stadion.

Kerusuhan tersebut mulai terjadi sekira pukul 15.30 WIB. Diwarnai aksi lempar batu hingga botol kaca oleh para suporter kepada aparat kepolisian.

Aparat kepolisian akhirnya harus menyemprotkan gas air mata untuk memukul mundur ribuan suporter Semarang yang terus memaksa masuk ke area dalam Stadion Jatidiri Semarang.

Rekomendasi