Viral Pria Digerebek saat Menginap di Hotel Bali, Ternyata Prank Kejutan ke Istri

Viral video pasangan pria dan wanita digerebek saat menginap di hotel kawasan Nusa Dua, Bali. Dalam video yang beredar di sosial media, pihak hotel meminta bukti surat nikah kepada tamu hotel atau wisatawan yang menginap.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Viral Pria Digerebek saat Menginap di Hotel Bali, Ternyata Prank Kejutan ke Istri
Dinas Pariwisata Provinsi Bali beri penjelasan soal prank video penggerebekan pasutri. ©2023 Merdeka.com

Viral video pasangan pria dan wanita digerebek saat menginap di hotel kawasan Nusa Dua, Bali. Dalam video yang beredar di sosial media, pihak hotel meminta bukti surat nikah kepada tamu hotel atau wisatawan yang menginap.

Kasus ini direspons Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap manajemen hotel beserta wisatawan yang ada dalam video tersebut, ternyata video tersebut adalah prank.

"Telah diminta klarifikasi terkait kejadian tersebut, di mana dijelaskan bahwa video tersebut memang inisiatif pihak wisatawan Irham Prabu Djaya bekerja sama dengan pihak hotel untuk memberi kejutan kepada istrinya, yang saat itu berulang tahun," kata Pemayun dalam keterangan tertulisnya, Rabu (15/2).

Dia menyebutkan, video diunggah di media sosial dengan kondisi utuh, akan tetapi ada beberapa pihak mengunduh ulang video tersebut, dan memotong bagian perayaan ulang tahunnya. Sehingga video tersebut seakan-akan sebuah penggerebekan oleh pihak keamanan dan manajemen hotel.

Selain itu, pihaknya juga telah memperingati pihak hotel dan wisatawan tersebut agar tidak mengulangi membuat video serupa, karena dapat berimplikasi buruk terhadap pariwisata Bali umumnya dan pihak hotel khususnya.

"Bahwa Pemprov Bali bisa memberi sanksi tegas bagi siapapun yang dengan sengaja atau tidak sengaja telah melakukan pelanggaran terhadap peraturan dan Perundang-undangan yang berlaku, termasuk menyebarkan informasi tidak benar sehingga berdampak buruk terhadap Pariwisata Bali," ujarnya.

Ia juga menyebutkan, Bali sebagai destinasi internasional selalu menjadi sorotan dunia, apalagi di masa pemulihan ini, terjadi persaingan yang sangat ketat di tingkat global.

"berharap dalam membuat konten video di media sosial agar selalu berhati-hati, menyimak dengan seksama sebelum diunggah agar kontennya tidak dimanfaatkan orang lain. Sehingga bisa memiliki makna yang berbeda dan berdampak buruk bagi Pariwisata Bali," ujarnya.

Rekomendasi