Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menyatakan siap mengirimkan jenderal militer apabila diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai realisasi untuk rencana diplomasi meredam kondisi konflik geopolitik di Myanmar.
Meski belum disampaikan langsung oleh Jokowi, namun Yudo telah mengetahui dan tengah menyiapkan jenderal yang mampu berbicara dengan para pemimpin Junta Militer Myanmar.
"Kita sudah dengar itu, tentunya kita siapkan jenderal yang mampu untuk diplomasi maupun untuk berbicara di sana untuk ikut membantu mengatasi itu," kata Yudo usai Rapim TNI, di Jakarta.
Persiapan rencana pengiriman jenderal militer untuk berdialog ke Myanmar, kata Yudo, masih dalam proses koordinasi dengan Pusat Kerja Sama Internasional (Puskersin).
"Ini masih kita koordinasi dengan Pusat Kerja Sama Internasional, Puskersin kita. Yang diminta apa, kita siapkan, yang purna kita juga ada, yang masih aktif juga ada," ujarnya.
Namun bila ditanya siapa sosok jenderal yang tepat mewakili Indonesia untuk berdialog dengan Junta Militer di Myanmar, Yudo menyarankan lebih baik jenderal yang masih aktif.
"Tetapi lebih bagus tentunya yang masih aktif," tuturnya.
Advertisement
Sebelumnya, dikutip lewat wawancara eksklusif dengan Reuters, Jokowi menyebut pengiriman jenderal ini dapat membantu Myanmar transisi menuju negara demokrasi.
"Ini soal pendekatan. Kami punya pengalaman, di sini, di Indonesia, situasinya sama," kata Jokowi.
Namun ia enggan membeberkan siapa jenderal yang akan dikirim dan hanya menyebut jenderal tersebut terlibat dalam reformasi Indonesia.
"Pengalaman ini bisa menunjukkan, bagaimana Indonesia memulai demokrasi," ucapnya.