Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) mengungkapkan, obat sirop yang dikonsumsi pasien baru gagal ginjal akut terbukti aman. BPOM menjelaskan, pihaknya telah menguji tujuh sampel termasuk bahan baku sorbitol di obat sirop.
Seperti diberitakan sebelumnya, salah satu pasien baru gagal ginjal akut sempat mengonsumsi obat sirop Praxion saat mengalami demam.
"Hasil pengujian menunjukkan seluruh sampel yang diuji memenuhi syarat. Artinya, sirop obat memenuhi persyaratan ambang batas asupan harian sehingga aman digunakan sesuai aturan pakai," kata Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor BPOM, Togi Junice Hutadjulu dalam konferensi pers, Rabu (8/2).
Adapun tujuh sampel yang diperiksa BPOM. Mulai dari obat sirop sisa pasien, sirop dari peredaran, bahan baku sirop dengan nomor batch yang sama dengan sampel yang dikonsumsi oleh pasien.
Advertisement
Kemudian, sampel sirop dengan batch yang berdekatan dengan sampel sirop sisa obat pasien, sampel bahan baku sorbitol yang digunakan dalam proses produksi, dan sample sirop lain yang menggunakan bahan baku dengan nomor batch yang sama.
Meskipun demikian, BPOM tetap menarik dan melarang sementara peredaran obat yang dikonsumsi pasien tersebut.
"Dalam rangka kehati-hatian dan sebagai langkah antisipatif BPOM telah mengeluarkan perintah penghentian sementara produksi dan distribusi terhadap obat yang dikonsumsi pasien pada tanggal 4 Februari 2023," ujar Togi.
Toga mengatakan BPOM telah mengirimkan hasil investigasi uji sampel ini kepada Kementerian Kesehatan pada Selasa (7/2). Langkah ini diambil untuk memastikan penyebab pasti dan faktor risiko penyebab GGAPL tersebut.
"Koordinasi lebih lanjut juga telah dilakukan bersama berbagai pihak seperti laboratorium kesehatan daerah provinsi DKI Jakarta, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ikatan Dokter Anak Indonesia, Ahli Epidemiologi dan Ahli Farmakologi dalam melakukan penelusuran epidemiologi," sambungnya.