Kurikulum Merdeka Dimulai 2024: Guru Tinggal Download Aplikasi, Ada Anggarannya

Kemendikbud akan menerapkan kurikulum merdeka akan dikenalkan ke seluruh sekolah Indonesia mulai 2024. Saat ini, pemerintah tengah memantau kesiapan sekolah di Tanah Air.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Kurikulum Merdeka Dimulai 2024: Guru Tinggal Download Aplikasi, Ada Anggarannya
Pelaksanaan ANBK di SMKN 15 Jakarta. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Kemendikbud akan menerapkan kurikulum merdeka akan dikenalkan ke seluruh sekolah Indonesia mulai 2024. Saat ini, pemerintah tengah memantau kesiapan sekolah di Tanah Air.

Pengembang Kurikulum Ahli Madya Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kemendikbud Ristek, Baharudin mengatakan, kurikulum merdeka bakal diperkenalkan secara luas sebagai kurikulum nasional pada tahun 2024.

"Tentunya nanti sekolah-sekolah akan menerapkannya. Sedangkan saat ini mengukur kesiapan sekolah di Tanah Air," ujarnya di Kudus, Jawa Tengah, dikutip dari Antara, Minggu (5/2).

Sementara target sekolah yang menerapkan kurikulum merdeka, kata dia, diserahkan ke masing-masing satuan pendidikan. Karena menjadi pilihan mereka.

Nantinya, sekolah yang siap bakal diapresiasi. Karena pilihannya berdasarkan konteks dan kesiapan sekolah masing-masing.

Terkait dengan dukungan anggarannya, kata dia, akan disesuaikan setelah ditetapkan menjadi kurikulum nasional pada 2024. Sehingga akan ada penyesuaian terkait pelatihan dan sebagainya.

"Termasuk bagaimana kurikulum ini tersosialisasi secara luas. Sehingga satuan pendidikan dan bapak ibu guru merasa menerima kurikulum dengan sangat baik," ujarnya.

Hal terpenting, kata dia, bagaimana peserta didik terlayani dengan baik. Untuk sementara ini, disiapkan juga beberapa aplikasi yang bisa digunakan untuk pelatihan mandiri.

Sehingga guru bisa mengakses beberapa dokumen kurikulum merdeka dan modul-modul yang lain yang bisa dipahami.

Pada dasarnya, kata dia, kurikulum ini kelanjutan dari kurikulum sebelumnya. Dengan fokus yang sangat dibutuhkan oleh peserta didik ketika belajar.

"Ada profil belajar Pancasila, yang menjadi tujuan utama proses pendidikan ini yang diimplementasikan dalam projek profilnya," ujarnya.

Para guru, kata dia, diberi keleluasaan materi dan proses belajar sesuai kondisi peserta didik dan dukungan di satuan pendidikan.

Sementara hasilnya, anak-anak memiliki kompetensi maksimal yang mencakup tiga hal. Secara pengetahuan anak-anak hebat dan keterampilan juga luar biasa.

Kemudian memiliki profil sopan santun yang secara ketimuran maksimal.

Rekomendasi