Viral Balita Diikat dan Dikurung di NTT, Dititipkan Ibu Merantau ke Kalimantan

Sepenggal video memperlihatkan seorang balita disiksa dengan cara tangan diikat ke belakang dan tidur telungkup serta terkurung dalam kamar viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi di Desa Tunua, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ananias Petrus
Oleh Ananias Petrus - Reporter
Viral Balita Diikat dan Dikurung di NTT, Dititipkan Ibu Merantau ke Kalimantan
Tangkapan layar video saat warga menemukan balita yang diikat dalam kamar. ©2023 Merdeka.com/istimewa

Sepenggal video memperlihatkan seorang balita disiksa dengan cara tangan diikat ke belakang dan tidur telungkup serta terkurung dalam kamar viral di media sosial. Peristiwa ini terjadi di Desa Tunua, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Video berdurasi 2 menit 51 detik ini membuat sejumlah warganet asal Kupang dan Soe, ibu kota Kabupaten TTS, geram.

Dalam video terlihat sekelompok warga memasuki sebuah rumah berdinding bebak. Mereka kemudian membuka meja yang menghalangi pintu kamar. Saat pintu dibuka, tampak seorang balita berjenis kelamin laki-laki tertidur telungkup di lantai.

Balita yang ditemukan memakai jaket berwarna kuning itu kemudian digendong seorang warga. Tangan balita malang ini diikat ke belakang menggunakan tali, sehingga membuat geram warga.

Dinas Sosial Turun Tangan

Setelah dibawa ke luar rumah, balita yang tidak menangis ini diperiksa kondisinya, dan didapati luka pada bagian kepala. Informasi yang dihimpun menyebutkan, balita tersebut dititip ibunya kepada kakaknya, karena dia bekerja di Kalimantan. Namun, balita itu diduga disiksa dan menjadi viral.

Wakil Bupati TTS Johni Army Konay membenarkan adanya peristiwa ini. Dia mengatakan, video itu diambil sekitar seminggu lalu. "Informasi dari Dinas P3A sudah dapat laporan, sementara sedang koordinasi dengan Dinsos dan instansi terkait," jelasnya, Senin (30/1).

Army mengatakan, Dinas P3A dan Dinas Sosial TTS akan turun ke lokasi, Selasa (31/1) besok. "Dinas P3A sudah dapat laporan dan besok akan turun ke lokasi," tutupnya.

Rekomendasi