Setahun lebih tak muncul usai bebas dari Lapas Gunung Sindur, Jawa Barat 8 Januari 2021, mantan terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba'asyir terlihat dalam aksi demontrasi di Bundaran Gladag Solo, Jumat (27/1). Pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki Sukoharjo menjadi salah satu orator.
Ba'asyir terlihat lebih bugar dibanding saat bebas dari penjara setahun lalu.
Aksi unjuk rasa diikuti massa gabungan dari Dewan Syariah Kota Solo (DSKS) dan Aliansi Solo Raya. Ratusan pendemo membentangkan poster dan spanduk yang berisi kecaman terhadap aksi pembakaran Alquran di Swedia.
Ba'asyir yang berorasi sekitar 10 menit melontarkan kecaman keras kepada politisi Swedia bernama Rasmus Paludan yang membakar Alquran. Ba'asyir dibantu berjalan dan dipapah oleh sejumlah santri.
Dalam orasinya Ba'asyir meminta agar umat Islam berjuang supaya tidak dilecehkan kaum yang dianggapnya kaffir.
"Dengan niat ikhlas karena Allah kita berjuang memukul orang-orang kafir yang kurang ajar menghina Alqur'an," katanya.
Sementara itu Humas Dewan Syariah Kota Solo (DSKS) Endro Sudarsono mengatakan aksi unjuk rasa ini diikuti ratusan massa.
"Ternyata pembakaran ini tidak hanya terjadi sekali, tapi lima kali," katanya.
Apalagi pasca kejadian tersebut Pemerintah Swedia tidak bertindak ataupun melakukan proses hukum. Untuk itu mereka mendesak pemerintah untuk ikut turun tangan.
"Harusnya PBB juga memberikan sanksi pada pemerintah (Swedia) sebagai sanksi pada Islamophobia. Sebab PBB sudah melarang Islam phobia," katanya.
Aksi unjuk rasa ini juga diikuti siswa dari beberapa pondok pesantren di Solo Raya. Usai berorasi dan menyampaikan kecaman, massa membubarkan diri dengan tertib.