Penyidik dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Langkat masih kesulitan menggali informasi dari anak perempuan 12 tahun yang menjadi korban perkosaan. Mereka masih kesulitan mengungkap pelaku yang telah memerkosa bocah itu hingga hamil.
"Setiap ditanya dia (korban) menangis. Ditanya bagaimana kejadiannya, korban masih menangis enggak bicara apa-apa," kata Kasat Reskrim Polres Langkat Iptu Luis Beltran, Senin (16/1).
Menurut Luis, korban masih mengalami trauma atas kejadian yang menimpa dirinya. "Jadi kami belum bisa menggali siapa pelakunya. Siapa yang buat dia sampai seperti itu," ungkapnya.
Kendati demikian, polisi telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dan memeriksa sejumlah saksi terkait kasus pemerkosaan itu. Mereka juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara.
"Sampai sekarang korban masih trauma, belum bisa bicara apa-apa. Masih trauma, kondisi kandungannya, sudah hamil sekitar tujuh bulan," ucap Luis.
Advertisement
Atensi Kepala Daerah
Kasus pemerkosaan anak di bawah umur ini juga menyita perhatian dari kepala daerah setempat. Pelaksana Tugas Bupati Langkat Syah Afandin menduga pelaku yang memerkosa anak 12 tahun hingga hamil itu masih memiliki hubungan keluarga dengan korban.
"Ini ada berkaitan saudara dan keluarga dengan si laki-laki (pelaku) masuk ke ranah situ," ucap pria yang kerap disapa Ondim itu.
Pemerintah Kabupaten Langkat juga telah memberikan sejumlah penanganan terhadap korban. "Kami mengambil langkah bagaimana kita menyelamatkan anak perempuan ini sampai melahirkan," tandas Ondim.