Ratusan Wisatawan Terjebak di Karimunjawa akan Dijemput Besok

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Opik Taupik mengatakan, KM Kelimutu akan berangkat dari Sampit, Kalimantan Tengah, dan diarahkan ke Karimunjawa sebelum ke tujuan, yaitu Semarang.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Ratusan Wisatawan Terjebak di Karimunjawa akan Dijemput Besok
Karimunjawa. © Wallpapercave.com

Sebanyak 305 wisatawan tertahan di Pulau Karimunjawa, Jawa Tengah, karena kapal penumpang tidak bisa beroperasi sesuai jadwal akibat tingginya ombak atau gelombang laut. Menanggapi hal tersebut, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) akan menjemput wisatawan Selasa (27/12) besok.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni Opik Taupik mengatakan, KM Kelimutu akan berangkat dari Sampit, Kalimantan Tengah, dan diarahkan ke Karimunjawa sebelum ke tujuan, yaitu Semarang.

“Jadi Pelni akan mendeviasikan KM Kelimutu untuk membantu evakuasi turis di Karimunjawa. Rencana kapal akan tiba dari Sampit ke Karimunjawa pada hari Selasa, 27 Desember 2022 pukul 17.00,” katanya ketika dihubungi, Senin (26/12).

Adapun penjemputan ini, kata Opik, merupakan tugas dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Pelni atas penugasan dari Kemenhub, dari Sampit ke Karimunjawa terus ke Semarang,” tambah Opik.

Sebelumnya, 305 wisatawan dari berbagai daerah di Tanah Air tertahan di Pulau Karimunjawa Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, karena kapal penumpang tidak bisa beroperasi sesuai jadwal menyusul tingginya ombak atau gelombang laut.

Camat Karimunjawa, Muslikin mengatakan, sebanyak 305 wisatawan yang tertahan itu tiba di Karimunjawa pada Rabu (21/12).

Sementara cuaca buruk, kata dia, mulai terjadi pada Kamis (22/12) karena perjalanan kapal penumpang yang biasanya melayani penyeberangan dari Pelabuhan Jepara ke Karimunjawa dan kembali lagi ke Jepara tertunda karena cuaca tidak mendukung.

Untuk jadwal kepulangan masing-masing wisatawan, kata dia, berbeda-beda, sehingga bisa saja ada yang sudah tiga hari menunggu kepulangan. Dalam rangka memberikan pelayanan kepada wisatawan, pemerintah melakukan pendataan untuk memastikan ada tidaknya wisatawan yang kehabisan bekal.

"Kami juga mendirikan posko pengaduan di Kantor Kecamatan Karimunjawa, siapa tahu ada yang hendak menyampaikan keluhannya," kata Muslikin di Karimunjawa, Minggu (25/12).

Rekomendasi