Satu Korban Ledakan Pipa Gas di Jambi Meninggal, Tujuh Orang Masih Dirawat

Satu di antara delapan karyawan yang terluka akibat ledakan pipa gas di Tanjung Jabung Barat, Jambi, Minggu (18/12), tidak mampu bertahan. Pekerja bernama Kastalani meninggal dunia dalam perawatan di Jakarta.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Satu Korban Ledakan Pipa Gas di Jambi Meninggal, Tujuh Orang Masih Dirawat
Lokasi ledakan pipa gas di Jambi. ©2022 Merdeka.com

Satu di antara delapan karyawan yang terluka akibat ledakan pipa gas di Tanjung Jabung Barat, Jambi, Minggu (18/12), tidak mampu bertahan. Pekerja bernama Kastalani meninggal dunia dalam perawatan di Jakarta.

Field Manager Jabung PetroChina Arief Hari Suseno menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Kastalani. Korban meninggalkan seorang istri dan empat orang anak.

"Kami berharap keluarga diberi kekuatan dalam masa-masa yang berat ini," katanya, Jumat (23/12).

Menurut dia, untuk lima orang pekerja lainnya telah dievakuasi ke Jakarta untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut. "Kita sampaikan bahwa kelima pasien lainnya berada dalam keadaan baik dan tengah melanjutkan perawatan sesuai dengan kondisi masing-masing di rumah sakit di Jakarta," jelasnya.

Sementara satu orang lainnya melanjutkan perawatan di rumah sakit di Jambi. Kemudian satu orang pekerja yang telah diizinkan beristirahat di rumah juga dibawa ke Jakarta.

"Kita panggil kembali untuk dirujuk ke rumah sakit di Jakarta untuk pengecekan kembali kondisinya dan melanjutkan perawatan pascainsiden,"jelasnya.

"Segenap dokter dan tim perawatan di rumah sakit terus mengupayakan yang terbaik bagi seluruh pekerja yang saat ini masih mendapatkan perawatan," imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, ledakan pipa gas menyebabkan delapan karyawan PT Trans Dana Profitri, sub kontraktor PetroChina International di Desa Pematang Buluh, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjab Barat, Jambi, mengalami luka bakar serius, Minggu (18/12).

Para korban mengalami kecelakaan kerja saat sedang menyambung pipa line gas sumur. Delapan korban adalah Randi, Arbain, Kastalani, Rubianto, Aris Setiawan, Eka, Ceary dan Rafi.

"Iya sebanyak delapan orang mengalami luka bakar, dan saat ini semua karyawan perusahaan tersebut sudah dibawa ke rumah sakit," kata Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Muharman Arta, Minggu (18/12).

Ledakan terjadi pada pukul 02.10 WIB. Ketika itu para karyawan sedang melakukan perbaikan pipa bawah tanah yang mengalami kebocoran. Saat karyawan sedang menyambung pipa.

Reporter: Hidayat.

Rekomendasi