Kepala alat kelamin bocah sekolah dasar terpotong saat mengikuti sunat massal di Klinik Harapan Bunda Berlian. Peristiwa itu terjadi di Desa Pesikaian, Kecamatan Cerenti, Kabupaten Kuantan Singingi.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto mengatakan antara orang tua korban dan pihak klinik sepakat berdamai. Dia menyebutkan, tim Satreskrim Polres Kuansing bersama Polsek Cerenti sudah mengecek insiden tersebut di Klinik Harapan Bunda Berlian.
"Saat dicek dan dimintai keterangan beberapa saksi di sana, menyatakan memang benar kejadian kepala alat kelamin terpotong tersebut," kata Sunarto kepada merdeka.com Rabu (22/12).
Advertisement
Sunarto menjelaskan, kejadian nahas yang dialami bocah berusia 10 tahun itu terjadi pada Minggu (18/12) lalu. Saat itu korban mengikuti sunat massal gratis diselenggarakan pihak Klinik Harapan Bunda Berlian.
"Sunatan massal itu dilaksanakan dalam rangka peresmian dan ulang tahun anak pemilik klinik tersebut," ujar dia.
Saat disunat ujung bagian alat vital sang bocah ikut terpotong disertai pendarahan. Korban lalu dilarikan ke RSUD Taluk Kuantan karena alat kesehatan tidak memadai sehingga dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.
"Untuk kejadian ini orangtua kandung korban menyatakan tidak akan mempermasalahkan atas insiden tersebut. Kedua belah pihak sudah sepakat berdamai karena pihak korban dan pemilik klinik masih ada hubungan keluarga. Tetapi pihak klinik menyatakan kesediaannya membiayai pengobatan hingga sembuh," pungkas Sunarto.