Prosesi siraman digelar di kediaman Erina Gudono pada Jumat (9/12) pagi. Dalam prosesi siraman ini, ada tujuh orang yang terlibat.
Ketujuh orang ini adalah ibunda Erina, Sofiatun Gudono; permaisuri Sultan HB X, GKR Hemas; permaisuri Paku Alam X; istri Mensesneg Pratikno; dan sesepuh di keluarga Erina.
GKR Hemas bercerita, sebelum acara Siraman, pihak keluarga Erina sempat berkonsultasi dengan pihak Keraton Yogyakarta. Konsultasi ini agar prosesi Siraman bisa sesuai dengan tata cara pelaksanaannya.
"Kemarin sudah ke Keraton Yogyakarta, menanyakan bagaimana prosesi yang benar untuk Siraman. Saya sudah banyak sekali memberikan informasi. Saya kira ini semua sudah berjalan sesuai (pakem Siraman yang ada)," kata GKR Hemas.
GKR Hemas juga mengapresiasi pernikahan Kaesang dan Erina yang mau menggunakan adat tradisi Jawa. GKR Hemas menyebut dirinya bangga dengan generasi muda yang mau memertahankan tradisi dan kebudayaan Jawa.
"Saya kira sudah sesuai keinginan kedua mempelai. Yang pertama bahwa mereka akan menjalankan prosesi secara adat, saya kira ini sangat luar biasa dan membanggakan untuk kita semua karena generasi muda masih menguri-uri (melestarikan) kabudayan (Jawa)," ucap GKR Hemas.
Usai melaksanakan prosesi Siraman, Erina akan melangsungkan prosesi Midodareni pada Jumat (9/12) malam. Saat midodareni ini, keluarga besar Kaesang Pangarep akan hadir di rumah Erina.