Korban Perundungan di Malang Jalani Operasi Pengangkatan Darah Beku

MWF (8) terduga korban perundungan (bullying) di Kabupaten Malang, Jawa Timur menjalani operasi untuk mengatasi pembekuan darah di otaknya. Dokter memutuskan mengambil tindakan itu berdasarkan hasil analisa serangkaian tindakan medis.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Korban Perundungan di Malang Jalani Operasi Pengangkatan Darah Beku
Ilustrasi bullying. ©2014 Merdeka.com/Shutterstock/Filipe Matos Frazao

MWF (8) terduga korban perundungan (bullying) di Kabupaten Malang, Jawa Timur menjalani operasi untuk mengatasi pembekuan darah di otaknya. Dokter memutuskan mengambil tindakan itu berdasarkan hasil analisa serangkaian tindakan medis.

Edi Subandi, orang tua korban menceritakan, anaknya kembali menjalani perawatan di rumah sakit pada Selasa (29/11). "Rencananya siang ini operasi pengangkatan darah beku di otak," tegas Edi Subandi, Kamis (1/12).

Bocah Kelas II SD itu dijadwalkan menjalani operasi di RSUD Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, sekitar pukul 12.00 WIB. Sebelumnya dokter telah melakukan CT Scan, MRI, rontgen, cek darah dan lain-lain.

Langkah operasi dinilai sebagai tindakan terbaik yang harus ditempuh dokter untuk mengurangi efek darurat yang dialami MWF. "Ini tadi baru saja (masuk ruang emergency)," jelasnya.

Edi mengungkapkan, selama dirawat inap, kondisi anaknya tampak membaik. Nafsu makannya bertambah, bisa bermain serta bisa komunikasi lancar.

"Cuma itu tadi, mungkin efek pembekuan itu tadi jadi temperamen. Salah sedikit agak emosi. Takutnya nanti kalau kenapa-napa bisa terjadi kejang lagi," jelasnya.

MWF diduga menjadi korban perundungan oleh 7 kakak kelasnya. Korban mengalami pusing dan mual, hingga dilarikan ke rumah sakit (RS) Ramdani Husada, Jatikerto, Kromengan, Kabupaten Malang.

Selanjutnya, korban dirujuk ke Rumah Sakit Islam (RSI) Gondanglegi dan diperbolehkan pulang pada Sabtu (26/11). MW kembali menjalani perawatan Selasa (29/11) di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.

Rekomendasi