Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat ada 25 kasus gagal ginjal akut terhadap anak, dimana 15 di antaranya meninggal dunia. Satgas khusus segera dibentuk untuk bisa menangani penyakit tersebut.
Data 25 kasus itu berdasarkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat, terhitung sejak awal Agustus hingga 21 Oktober kemarin. Dari jumlah itu, 21 kasus di antaranya ditangani di layanan kesehatan atau rumah sakit di Kota Bandung. Sisanya, tersebar di sejumlah daerah.
"Ada 21 kasus (pasien dirawat) di RSHS, Kota Bandung, Depok satu, Kota Cirebon satu, Kota Bogor satu, Kabupaten Bekasi satu," ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P), Dinkes Jabar, Ryan Bayusantika Ristandi, Sabtu (22/10).
"Kami mendapatkan data, ada 25 kasus, yang dinyatakan masuk ke gangguan ginjal misterius. Meninggal 15, jadi case fatality rate nya 60 persen," ungkapannya.
Advertisement
Dia menuturkan, Dinkes Jabar sudah menyebarkan surat edaran dari Kementerian Kesehatan soal alur penanganan kepada fasilitas kesehatan di 27 kabupaten dan kota.
"(Bila ada pasien yang diduga menderita gagal ginjal akut) langsung ke tempat perawatan khusus," jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berencana segera membentuk tim satgas untuk menangani penyakit gagal ginjal terhadap anak.
Advertisement
Di sisi lain, ia pun mengaku belum bisa mengungkapkan jumlah pasti kasus yang terjadi di Jawa Barat. Pendataan terus dilakukan sembari mencari tahu penyebab pastinya.
"Pembentukan Satgas penanganan sedang di proses. Kita sedang meneliti secara maksimal dengan Dinkes, per hari ini kita belum 100 persen memahami," jelasnya.
"Nanti saya kabari lagi setelah konsolidasi para ilmuwan, dokter ini penyebabnya apa. Apakah gara-gara obat, atau ada faktor lain (seperti) virus baru. Kita belum tahu sedalam itu," pungkas Ridwan Kamil.