Ahli Dorong Pemerintah Gunakan Vaksin Bivalen Untuk Cegah Subvarian Omicron XBB

Hingga 14 Oktober 2022 India sudah melaporkan kasus akibat XBB. Bahkan, merebak di 4 negara bagian yaitu Maharashtra 5 kasus, Odisha 33 kasus, West Bengal 17 kasus, dan Tamil Nadu 16 kasus.

Muhammad Genantan Saputra
Ahli Dorong Pemerintah Gunakan Vaksin Bivalen Untuk Cegah Subvarian Omicron XBB
vaksin. ©2020 Merdeka.com/freepik

Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI, Prof Tjandra Yoga Aditama meminta pemerintah untuk mempertimbangkan penggunaan vaksin Bivalen. Hal itu demi mencegah penularan subvarian Omicron XBB.1 yang kini merebak di beberapa negara.

Hingga 14 Oktober 2022 India sudah melaporkan kasus akibat XBB. Bahkan, merebak di 4 negara bagian yaitu Maharashtra 5 kasus, Odisha 33 kasus, West Bengal 17 kasus, dan Tamil Nadu 16 kasus.

"Kita ingat dulu varian Delta juga mulanya merebak di India dan kemudian meluas juga di negara kita," katanya dalam keterangannya, Sabtu (15/10).

Menurutnya, merebaknya XBB di India adalah 7 persen dari penyebaran Covid-19 di negara itu. Dia khawatir penyebaran XBB di negara tersebut terus meningkat.

"Di Singapura bahkan dilaporkan 55 persen kasus baru mereka sekarang adalah karena XBB yang baru ini," kata Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara ini.

Tjandra mengungkapkan, makin banyak negara termasuk Singapura dan Australia yang menyediakan vaksin bivalen untuk rakyatnya. Dia menjelaskan, bivalen adalah perkembangan terbaru vaksin Covid-19 yang dapat memberi perlindungan terhadap varian-varian lama dan pada varian Omicron sekarang ini.

"Akan baik kalau kita juga mempertimbangkan penggunaan vaksin bivalen sekarang ini," tutupnya.

Rekomendasi