Siswa di Tasikmalaya Belajar dalam Gubuk karena Ruang Kelas Rusak, TNI Turun Tangan

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya Rahayu Jamiat mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah mendata dan mengecek kondisi ruang kelas pada sekolah-sekolah di daerah itu. Temuan sementara, lebih dari 300 ruang kelas yang mengalami kerusakan.

Mochammad Iqbal
Oleh Mochammad Iqbal - Reporter
Siswa di Tasikmalaya Belajar dalam Gubuk karena Ruang Kelas Rusak, TNI Turun Tangan
Siswa di Tasikmalaya terpaksa belajar dalam gubuk yang dibangun guru bersama warga, karena kelasnya rusak. ©2022 Merdeka.com/Mochammad Iqbal

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya Rahayu Jamiat mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah mendata dan mengecek kondisi ruang kelas pada sekolah-sekolah di daerah itu. Temuan sementara, lebih dari 300 ruang kelas yang mengalami kerusakan.

Rahayu menyebut bahwa jumlah kelas yang mengalami kerusakan sudah diperkirakan cukup banyak. Kondisi ini disebabkan hampir dua tahun kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak efektif akibat pandemi, sehingga tidak ada pemeliharaan.

"Secara keseluruhan, sementara ruang kelas di Kabupaten Tasikmalaya yang rusak berat ada lebih dari 300 unit. Ini kami upayakan perbaikan. Kami juga minta dukungan dari semua pihak untuk perbaikan ini," sebut Rahayu kepada wartawan.

Perbaikan Libatkan TNI Bersama Warga

Ia mengatakan bahwa perbaikan sekolah dan ruang kelas yang rusak bukan hanya tanggung jawab pemerintah kabupaten. Pemerintah provinsi dan pusat juga memiliki tanggung jawab yang sama untuk memperbaiki atau merehabilitasi.

Terkait kerusakan ruang kelas di SDN Sinagar, Kecamatan Cikatomas hingga mengharuskan puluhan siswa belajar di gubuk buatan guru dan warga, Rahayu mengungkapkan bahwa aparat TNI sudah diterjunkan langsung. Mereka dikerahkan untuk melakukan merehabilitasi bangunan sekolah dibantu warga sekitar.

"Ini sebagai bentuk kebersamaan. Mudah-mudahan dapat dukungan dari masyarakat agar bisa membantu, karena sekolah ini milik kita bersama," ungkapnya.

Rekomendasi