Gibran Tancap Gas Bangun Masjid Raya Sriwedari, Bakal Gunakan Dana CSR

Masjid Raya menjadi prioritas utama penataan kawasan Sriwedari yang luasnya mencapai hampir 10 hektar setelah kasus sengketa yang berlangsung puluhan tahun dengan ahli waris Wirjodiningrat tuntas.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Gibran Tancap Gas Bangun Masjid Raya Sriwedari, Bakal Gunakan Dana CSR
Gibran Tancap Gas Bangun Masjid Raya Sriwedari, Bakal Gunakan Dana CSR. Arie Sunaryo

Kelanjutan pembangunan Masjid Raya Sriwedari hingga kini belum menemukan titik terang. Masjid yang dibangun di era Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dan Wakil Wali Kota Ahmad Purnomo tersebut urung selesai sesuai target karena beberapa sebab.

Selain dibangun di atas tanah yang masih dalam sengketa, proses pembangunannya juga terkendala dana. Bantuan program corporate social responsibility (CSR) dari sejumlah perusahaan tak lagi cair setelah pandemi Covid-19 melanda. Praktis tak ada lagi kegiatan meski progres pembangunan telah mencapai tahap akhir.

Terkait hal tersebut, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka Raka berjanji untuk segera mencarikan solusi. Masjid Raya menjadi prioritas utama penataan kawasan Sriwedari yang luasnya mencapai hampir 10 hektar setelah kasus sengketa yang berlangsung puluhan tahun dengan ahli waris Wirjodiningrat tuntas.

"Kalau untuk masjid masih bisa dicarikan dari CSR ya. Awalnya kan CSR, mending diselesaikan dengan CSR juga," ujar Gibran di sela meninjau proyek revitalisasi kawasan Ngarsapura, Selasa (11/10).

Gibran mengaku tidak banyak kendala untuk mencari bantuan CSR untuk menyelesaikan pembangunan masjid yang ada di pusat kota tersebut. Namun syaratnya, lahan yang ada di Jalan Slamet Riyadi itu tidak lagi menjadi sengketa.

"Nek wis ora sengketa gampang. Saiki sopo sing meh ngeki CSR nek tanahe sengketa. (Kalau sudah tidak sengketa mudah. Sekarang siapa yang mau ngasih CSR kalau tanahnya masih sengketa)?" kata Gibran.

Gibran meminta masyarakat bersabar menunggu proses penyelesaian sengketa yang masih berjalan.

"Paling tidak kan sudah ada titik terang. Ditunggu wae," ujar dia.

Anak pertama Presiden Jokowi menambahkan, usai ada titik terang untuk kasus sengketa Sriwedari, Pemkot Solo telah menyiapkan sejumlah langkah. Di antaranya dengan membersihkan kawasan tersebut.

Ke depan akan dilakukan revitalisasi sejumlah bangunan dan fasilitas yang ada. Selain masjid raya, revitalisasi juga dilakukan pada Gedung Wayang Orang, Segaran serta perobohan Gedung Graha Wisata Niaga.

"Tapi prioritasnya masjid dulu ya," pungkasnya.

Rekomendasi