Kepolisian pastikan para komplotan perampok toko emas yang melakukan aksinya di pusat perbelanjaan kawasan Serpong, Tangerang Selatan, tak terafiliasi dengan jaringan terorisme. Hal tersebut usai kepolisian dengan Densus 88 mendalami keterangan pelaku.
"Mereka dipastikan tidak terlibat dengan jaringan terorisme. Kami sudah berkoordinasi dengan Tim Densus 88 Anti Teror untuk menyelidikinya," papar Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Hengki Haryadi dalam, Senin (10/10).
Kata Hengki, hasil identifikasi dengan densus 88 telah dikantonginnya. Para pelaku diketahui melakukan aksi perampokan dilatarbelakangi karena ekonomi.
"(Para pelaku) murni bermotif ekonomi," ucap Hengki.
Advertisement
Sebelumnya, empat pelaku perampokan toko emas di ITC Serpong, Tangerang Selatan, diketahui sudah tiga kali melakukan aksi serupa di tiga kawasan di wilayah Tangerang Banten. Dalam aksinya, pelaku selalu menyatroni toko-toko emas menggunakan senjata api.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Sarly Sollu menjelaskan keempat pelaku diamankan pada Kamis (29/9). Mereka ditangkap di tiga lokasi berbeda di kawasan Leuwi Sadeng, Bogor, Grobokan dan Benda, Kota Tangerang.
"Bahwa tanggal 29 September pukul 06.00 diamankan S di Leuwi Sadeng, Bogor, perannya yang menunggu motor di parkiran motor. Kemudian pelaku TH alias tahu, diamankan di desa Karang Sari, Tanggul Harjo, Grobokan, Pukul 15.00 WIB dan pelaku MK diamankan di Desa Bojo Mulya, Grobogan, Jawa Tengah, dan pukul 19.30 diamankan H, di Kecamatan Benda, perannya menyimpan senjata api yang digunakan pelaku TH," katanya.
Dari hasil interogasi polisi, empat orang pelaku tersebut telah beraksi merampok toko emas di kawasan Tangerang, Banten, di sepanjang tahun 2022 ini.
"Bahwa pelaku telah melakukan aksinya di tiga lokasi, pertama di Pasar Kemis 10 April 2022 Toko Emas Jaya Baru, kemudian di Cikupa 1 Mei 2022 Toko Emas Paris dan 16 September Toko Emas Sinar Mas, Tangerang Selatan," ucapnya.