Keluarga: Dendis Lagi Tiduran Dekat Panggung, Tiba-Tiba Tembok MTsN 19 Jakarta Roboh

Enno, nenek mendiang Dendis bercerita. Saat itu, cucu kesayangannya tengah bermain mandi hujan di area MTsN 19 Jakarta.

Lydia Fransisca
Oleh Lydia Fransisca - Reporter
Keluarga: Dendis Lagi Tiduran Dekat Panggung, Tiba-Tiba Tembok MTsN 19 Jakarta Roboh
Dendis Al Latif (tangan diangkat) siswa MTsN 19 Jakarta Tewas tertimpa roboh. ©2022 Merdeka.com

Duka masih menyelimuti kediaman Dendis Al Latif. Siswa MTsN 19 Jakarta yang tewas usai tertimpa tembok roboh.

Enno, nenek mendiang Dendis bercerita. Saat itu, cucu kesayangannya tengah bermain mandi hujan di area MTsN 19 Jakarta.

"Cucu saya kan mau pulang sekolah, hujan. Dia main hujan, kata teman-temannya dia tiduran dekat panggung. Tahu-tahu pas tiduran, temboknya roboh," kata Enno saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (7/10).

Sementara itu, Muhammad Latif, ayahanda Dendis masih ingat betul anaknya sedang hobi bermain futsal. Malah, Dendis sempat 'ngambek' minta dibelikan sepatu futsal. Kini, sepatu itu baru dua kali dipakai oleh pemiliknya.

"Akhir-akhir ini dia lagi senang-senangnya futsal nih sampai ngambek minggu kemarin minta sepatu futsal. Baru dua kali pakai itu," kata Latif.

Tidak hanya itu, pada Kamis pagi, DAL meminta Yusnia untuk memasak opor ayam.

"Udah dibuatin opor ayam dan rencana hari Jumat ini mau dibawa juga buat saya sarapan. Udah jadi opor ayamnya semalam. Jadi enggak kemakan deh," cerita Latif.

Sebelumnya, terjadi peristiwa tembok roboh di Gedung Sekolah MTsN 19 Jakarta pada Kamis (6/10) pukul 14.50 WIB di Jl. Pinang Kalijati No.1 RT.08/09, Kel. Pondok Labu, Kec. Cilandak, Jakarta Selatan setelah hujan lebat yang melanda Jakarta.

Beberapa siswa yang sedang bermain di area taman sekolah tertimpa tembok yang roboh karena tembok tidak mampu menahan luapan air yang ada. Posisi sekolah berada di dataran rendah, yang di sekitarnya terdapat saluran PHB Pinang Kalijati dan di belakang sekolah terdapat aliran sungai.

Akibatnya, terdapat tiga siswa yang meninggal siswa, yaitu DSG (13), MAE (13), dan DAL (13).

Adapun korban luka-luka berjumlah tiga orang, yaitu ADA (13), NIF (15), dan ND (14).

Rekomendasi