Tragedi Kanjuruhan, Erick Thohir: Setop Kekerasan, Tak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa

Erick mengutuk segala bentuk kekerasan yang terjadi pada peristiwa nahas di Stadion Kanjuruhan tersebut.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Tragedi Kanjuruhan, Erick Thohir: Setop Kekerasan, Tak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa
Suasana kericuhan di laga Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan. ©2022 REUTERS TV

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir turut berduka atas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim) pada Sabtu (1/10). Tercatat, setidaknya 125 orang tewas dalam salah satu tragedi mengerikan di dunia sepak bola tersebut.

"Prihatin dan berduka yang dalam atas tragedi di Stadion Kanjuruhan," tulis Erick melalui akun instagram @erickthohir, dikutip Senin (3/10).

Menurut Erick, keselamatan nyawa jauh lebih penting dibandingkan sekedar pertandingan sepak bola. Sehingga, dia mengutuk segala bentuk kekerasan yang terjadi pada peristiwa nahas di Stadion Kanjuruhan tersebut.

"Hentikan kekerasan! Tidak ada sepak bola seharga nyawa," tekannya

Erick pun meminta seluruh pihak untuk lebih mengedepankan sportivitas dan rasa kemanusiaan dalam pertandingan sepakbola. Hal ini untuk mencegah tragedi serupa terulang kembali.

"Ayo jaga sepak bola Indonesia," tutupnya.

Tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10) yang menewaskan setidaknya 125 orang menjadi tragedi yang menelan korban jiwa terbesar kedua dalam sejarah sepak bola.

Peristiwa bahas terjadi usai pertandingan antara tuan rumah Arema FC yang kalah melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3.

Suporter Arema FC yang kecewa dengan kekalahan itu melampiaskan dengan turun ke lapangan mengejar pemain dan ofisial sehingga polisi berupaya menghalau, termasuk menembakkan gas air mata.

Penonton yang panik berlari ke pintu keluar sehingga terjadi penumpukan. Akibatnya fatal, banyak penonton yang terinjak-injak, terhimpit dan sesak napas.

Selain korban meninggal dunia, tercatat ada 13 unit kendaraan yang mengalami kerusakan, 10 di antaranya merupakan kendaraan Polri.

Rekomendasi