Menteri Teten Prediksi Potensi Ekonomi Digital UMKM Tahun 2030 Capai Rp4 Triliun

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki memprediksi potensi nilai ekonomi digital Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia di tahun 2030 mencapai Rp4.531 triliun.

Moh. Kadafi
Oleh Moh. Kadafi - Reporter
Menteri Teten Prediksi Potensi Ekonomi Digital UMKM Tahun 2030 Capai Rp4 Triliun
Menteri Teten Masduki di Merdeka Award 2022. ©2022 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop UKM), Teten Masduki memprediksi potensi nilai ekonomi digital Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia di tahun 2030 mencapai Rp4.531 triliun.

"Potensi peningkatan nilai ekonomi digital di Indonesia diprediksi akan mengalami peningkatan yang signifikan. Yaitu delapan kali lipat dalam kurun waktu 10 tahun ke depan mencapai Rp4.531 triliun rupiah pada 2030," kata Teten saat memberikan sambutan virtual sekaligus membuka Group Discussion Digital Economy to Support SDGs sebagai salah satu side event B20 Indonesia di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Senin (8/8).

Dia juga menerangkan, pemilihan tema Digital Economy to Support SDGs sesuai fokus agenda Presidensi G20 dalam mempersiapkan landscape baru kerja sama antarnegara dan stakeholder.

Sementara, di sisi lain juga selaras dalam mendukung pencapaian SDGs. Khususnya, peningkatan inovasi terhadap pengembangan ekonomi digital di Indonesia.

"Berbicara ekonomi digital tentu sangat lekat dengan pemanfaatan aspek teknologi digital dalam proses bisnis oleh UMKM dan koperasi. Tercatat, 86 persen pelaku UMKM (di Indonesia) tergantung pada internet, untuk menjalankan kegiatan usahanya dan 73 persen memiliki akun pada pasar digital dan 82 persen promosi melalui internet," imbuhnya.

Ia juga menyebutkan, UMKM di Indonesia menyumbang 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan memiliki peran penting dalam peta ekonomi digital Indonesia.

"Peran ini, tidak lantas surut ketika pandemi menempa kita semua. Kemampuan adaptasi UMKM yang bertransformasi cepat selama Pandemi Covid-19 terbukti menjadi satu kunci esilensi UMKM di Indonesia," sebutnya.

Menurutnya, dalam studi yang dilakukan oleh World Bank bahwa 80 persen UMKM yang telah hadir dalam ekosistem digital memiliki daya tahan lebih baik di masa pandemi Covid-19, dan menurutnya tranformasi digital UMKM adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan.

"Di era distrupsi digital, di pengujung Pandemi Covid-19 dan dihadapkan potensi bonus demografi transformasi digital UMKM Indonesia, menjadi sebuah keniscayaan," ujarnya.

Teten menjabarkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menyampaikan arahan berkenaan percepatan transformasi digital UMKM Indonesia, dan 30 juta UMKM ditargetkan siap dalam ekosistem digital pada 2024.

"Perkembangan terakhir per Juni 2022 sudah 19,5 juta pelaku UMKM atau sebesar 30,4 persen dari total UMKM telah hadir pada platform e-commerce," jelasnya.

Rekomendasi