Upaya pengejaran polisi terhadap DPO kasus pencabulan santriwati, Moch Subchi Azal Tsani (MSAT/42) alias Bechi, menyisir ke berbagai tempat. Mulai dari area pemakaman hingga toilet disebut dilakukan polisi.
Aan Anshori, seorang saksi yang mengikuti pengejaran MSAT bercerita, dirinya melihat polisi pun sampai menyisir pemakaman hingga toilet pesantren.
"Semuanya disisir, di makam, di toilet, hingga pondok santri perempuan," kata Aan, Kamis (7/7).
Karena itu, ia ragu MSAT masih berada di sekitar pesantren. Tapi karena pesantren yang luas, bisa jadi, DPO bersembunyi di suatu tempat di dalam area pondok.
"Sangat memungkinkan kabur, tapi ada kemungkinan juga dia masih di sini karena medannya sangat luas," ujarnya.
Di saat yang sama, polisi juga melakukan negosiasi dengan pihak keluarga. Namun mereka menolak memberi tahu posisi di mana MSAT bersembunyi.
"Keluarga dan petinggi-petinggi pesantren juga tidak mau memberi tahu dimana posisinya (tersangka). Polisi diminta pergi tapi tampaknya tidak mau pergi, polisi bertahan, ada sekitar empat kompi." ucapnya
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto mengatakan pihaknya hingga kini terus menggeledah seluruh lokasi di Pesantren Shiddiqiyyah.
"Pondok ini informasi yang kami terima lima hektar, bangunannya sangat banyak, kami cari satu persatu. Kami masih proses pencarian yang bersangkutan di dalam pondok, sampai dapat," pungkas dia.
Sebelumnya, polisi sempat melakukan upaya penangkapan terhadap MSAT (42) pada Minggu malam, (3/7/2022). Ratusan polisi mengepung sekitaran Pondok Pesantren Majmal Bahrain atau Ponpes Shiddiqiyyah Desa Losari, Kecamatan Ploso, Jombang yang diduga tempat persembunyian tersangka. Sayangnya, aksi itu dihalang-halangi pendukung MSAT. Penangkapan itu pun gagal.