Harmeniko alias Choky alias Pak RT mengungkap detik-detik suasana di dalam kamar nomor 11 ketika Youtube Mohamad Kosman alias M Kece dilumuri kotoran oleh terdakwa Irjen Napoleon Bonaparte.
Suasana itu dibeberkan Choky, ketika dirinya sebagai saksi dicecar Jaksa Penuntut Umum (JPU) berkaitan tindakannya yang ikut membantu Napoleon saat Kece tiba sekitar pukul 22.00 Wib di rutan Bareskrim Polri, 25 Agustus 2021 silam.
"Ditanyakan ke saya, iya saya yang mengarahkan, setelah itu saya antar ke kamar 11. Kemudian Pak Kece masuk, terus Pak Napoleon bilang periksa dulu barangnya, takut ada barang yang membahayakan seperti kain panjang," tutur Pak RT alias Choky saat sidang di PN Jakarta Selatan, Kamis (7/7).
Setelah itu Napoleon, kata Pak RT, meminta Petugas Polisi Rutan, Asep Sigit untuk bisa berbicara dengan M Kece secara empat mata. Dengan memerintahkan untuk menukar gembok yang dibawa Napoleon.
Digantinya Gembok tersebut bertujuan agar Napoleon bisa masuk ke kamar M Kece. Singkatnya ketika waktu telah menunjukan sekitar pukul 00.00 Wib, Pak RT membangunkan Napoleon sebagaimana permintaannya untuk berbicara dengan M. Kece.
"Pak Kece enggak tahu awalnya kalau Napoleon jenderal, saya yang memperkenalkan kita ngobrol sebentar soal rutan, perkara. Lalu, Napoleon nanya kenapa Pak Kece melakukan penistaan agama tujuannya apa?" kata Pak RT sambil tirukan ucapan Napoleon kala itu.
Sambil Kece yang duduk bersila, Napoleon yang ada di dalam kamar itu melontarkan beberapa pertanyaan soal asal usul dan kenapa M Kece melakukan penistaan agama sembari disuguhkan teh.
"(Jawaban M Kece), Kosman dulu pernah nyantri terus asal usul, terus saya (M Kece) mau menyadarkan orang Islam bahwa Nabi Muhammad dikerumuni jin," katanya menirukan pembicaraan Kece.
"Terdakwa (Napoleon tanya), bapak tahu dari mana?" kata Pak RT sambil tirukan dialog Napoleon dengan M Kece saat di kamar.
Advertisement
Kurang lebih satu jam perbincangan yang masih berjalan santai itu, dengan posisi Pak RT yang berada di dekat pintu bersama beberapa tahanan lainnya. Hingga puncaknya, Napoleon marah akibat pernyataan M Kece yang dianggap menghina Nabi Muhammad.
"Sampai pada puncaknya yang menjadi kemarahan terdakwa, bapak agamanya apa? Saudara Kosman nanya ke terdakwa sambil menaikan satu kaki. Oh bapak (Napoleon) Islam, bapak harus saya (M Kece) sadarkan karena bapak sudah dibohongi oleh Muhammad bin Abdullah nah itu menjadi terdakwa marah," tutur Pak RT.
Selama l perbincangan di dalam ruangan sel telah ada Dedy Wahyudi, Djafar Hamzah, dan Mantan Panglima Laskar Front Pembela Islam (FPI) Maman Suryadi. Kehadiran Maman diminta Napoleon untuk menjawab soal hadist yang dilontarkan M Kece.
"Ketika ada pembicaraan soal hadis terdakwa meminta panggilin ustaz (Maman), Kosman ngaco nih ngomongin hadits, ketika yang disuruh antara Dedy atau Djafar," ucap Pak RT.
"Datang ternyata Ustaz Maman kemudian bicara soal hadits, bagaimana bapak bilang tadi? Saya (M Kece) tahu ayatnya di Surat Jin bahwasanya Muhammad dikerumuni Jin di situ suasana makin memanas," tambah Pak RT.
Advertisement
Sembari melihat muka M Kece, kala itu Maman menjelaskan bahwa pemahaman youtuber itu salah terkait Nabi Muhammad yang dikerumuni jin dan hal hal yang kurang baik lainnya semuanya dibantah.
"Maman mengatakan pemahaman anda soal hadis itu salah, belajar dari mana? Kosman bilang dulu saya pesantren. Saksi maman mencolek dagu. Maman pemahaman anda soal hadis salah itu menyesatkan, Kosman mengatakan orang saya belajar di pesantren di situ agak memanas," katanya.
"Kosman menaikkan kaki itu yang mengatakan bahwa anda sambil, menunjuk Maman dan Napoleon kalian dibohongi sama Muhammad bin Abdullah," sambungnya.
Karena merasa kesal dengan perkataan M Kece, Napoleon langsung memerintahkan Djafar untuk mengambil plastik putih dekat toilet yang isinya kotoran tinja. Ketika itu kembali terjadi perdebatan antara Napoleon dengan M. Kece.
"Omongan kamu (M Kece) itu enggak benar agak tinggi marah kamu nih merusak kerukunan umat agama kurang jelas siapa yang ngomong. Setelah bungkusan datang, Napoleon pegang plastik pakai tangan kiri dan ambil kotoran pakai tangan kanan sebelumnya bilang tutup mata kamu tutup mulut kamu," tuturnya.
Pak RT melihat Napoleon yang melumuri kotoran ke muka M Kece dengan posisi di dalam sel ada tahanan lainnya seperti Herly, Maman, Kece, Djafar, dan Dedy. Sambil marah Napoleon melumuri memakai tangan kanan dan kiri memegang kepala Kece.
"Dengan marah dilumuri kotoran ke mukanya. Nih mulut kamu najis menistakan agama saya. Kosman reaksinya, apa nih apa itu teriak-teriak. Terus Napoleon pergi ke toilet untuk membersihkan tangan karena menghidupkan keran," ujar Pak RT.
Advertisement
Usai Napoleon pergi keluar, Djafar dan Dedy lantas memukul dan menendang M Kece yang hanya membalas dengan kata-kata karena sakit menahan bogem dari mereka berdua. Melihat itu, Pak RT bersama Napoleon lantas meminta mereka berdua ke luar.
"Ketika terjadinya teriakan ada perlawanan dari Kece pake kata-kata anjing, kamu penista agama kata dedy terus dibalas sama Kece kamu yang anjing. Djafar keluar, Dedy keluar, yang nyuruh keluar terdakwa Napoleon dan saya. Semua yang ada di dalam disuruh keluar sama terdakwa dan saya," bebernya.
Setelah semua tahanan yang ada di sel keluar, Napoleon memerintahkan untuk kamar tersebut dibersihkan. Karena noda kotoran tinja yang berlumuran di lantai termasuk M Kece yang diminta membersihkan diri.
"Itu setelah bersih, bahkan sempat diberikan teh lagi, ini Pak Kece minum dulu. Saudara Kece saya sampaikan Pak yang di depan bapak ini jenderal, Kece saya minta maaf pak saya terus terang enggak tahu," ucap Pak RT.