Bus shalawat yang biasanya mengantarkan jemaah dari penginapan ke Masjidil Haram, Makkah, operasionalnya telah disetop. Penyetopan dilakukan sejak 4 Juli kemarin hingga 13 Juli mendatang. Bus dipersiapkan untuk mengangkut jemaah selama proses Armuzna (Arafah, Musdalifah dan Mina).
"Mohon maaf kepada seluruh jemaah haji yang ada di Kota Makkah, untuk angkutan bus shalawat dihentikan operasionalnya," kata Kepala Seksi Transportasi, Asep Subhan, kepada tim Media Center Haji (MCH) 2022, di Makkah, Senin (4/7).
Mengacu jadwal yang telah disusun, jemaah mulai diberangkatkan ke Arafah pada tanggal 7 Juli 2022.
Advertisement
- Pemberangkatan ke hotel ke Arafah
Pada tanggal 7 pagi dimulai pukul 07.00 WAS.
Disediakan 16 bus dengan menerapkan 3 trip. Trip pagi, siang dan malam.
Diharapkan pada pukul 17.00 WAS jemaah sudah berada di Arafah seluruhnya.
Bus akan ditempelkan stiker sesuai nomor maktabnya 01-44.
- Pemberangkatan Arafah ke Muzdalifah:
Direncanakan mulai diberangkatkan dari Arafah ke Muzdalifah pukul 18 WAS.
Disiapkan tujuh bus untuk masing-masing maktabnya dan bus akan berputar sebanyak delapan kali putaran untuk mengangkut 2.200 jemaah permaktabnya
- Pemberangkatan Muzdalifah ke Mina:
Ada lima bus untuk setiap maktabnya. Bus akan berputar sembilan kali.
Proses perpindahan jemaah dari Muzdalifah ke Mina mulai pukul 23.00 WAS sampai pukul 07.00 WAS keesokan harinya.
Bus dari Muzdalifah bawa jemaah ke Mina setelah diturunkan kembali lagi ke Muzdalifah bawa jemaah.
- Kembali dari Mina ke Hotel
Sama seperti pemberangkatan hotel ke Arafah. Dipersiapkan 16 bus siapkan dengan tiga trip. Untuk yang ambil nafar awal mulai pukul 7 sampai siang jam 12 terakhir jam 16.
Asep menambahkan, untuk kondisi lalu lintas saat Armunza, dia yakin pemerintah Saudi sudah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mencegah kemacetan. Meskipun diperkirakan tidak sepadat sebelumnya karena jumlah jemaah tahun ini dari seluruh negara lebih kurang satu juta orang.
"Macet gak bisa dihindari. Tetapi jalur menuju Armuzna sudah direkayasa oleh Pemerintah Saudi, kita sudah diskusi dengan muasassah. Karena seluruh rekayasa lalin sudah disiapkan Saudi," tutup Asep.