Izin Fashion Show Dibatalkan, Waria di Sidrap Ancam Warga Pakai Badik

Sebuah video seorang warga berinisial ZL diancam sejumlah orang diduga waria, viral di media sosial (medsos). Pengancaman tersebut buntut dari rencana gelaran fashion show yang dilakukan sekelompok waria tidak diberi izin Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Izin Fashion Show Dibatalkan, Waria di Sidrap Ancam Warga Pakai Badik
ilustrasi garis polisi. ©2015 merdeka.com/darmadi sasongko

Sebuah video seorang warga berinisial ZL diancam sejumlah orang diduga waria, viral di media sosial (medsos). Pengancaman tersebut buntut dari rencana gelaran fashion show yang dilakukan sekelompok waria tidak diberi izin Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Di antara pihak yang mendatangi ZL adalah S alias Allu dan Asse di kompleks Pasar Tanru Tedong, Sidrap, Sabtu (2/7). Aksi pengancaman tersebut terekam CCTV.

"Betul. Ini kan begini, awalnya itu terjadi pertamanya akan dilaksanakan kontes (fashion show waria) yang kemarin, dan dari kesepakatan dibatalkan," kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Sidrap, Ajun Komisaris Zakaria, Senin (4/7).

Selain itu, setelah pembatalan kontes waria tersebut, muncul unggahan di Facebook berisikan muatan hinaan diduga oleh kerabat ZL berinisial AB dan istrinya berinisial Sy. Akibat unggahan tersebut, membuat sekelompok waria melakukan pengancaman terhadap ZL.

Dalam perkara ini, ZL diduga sebagai pihak yang mengusulkan agar fashion show waria ditiadakan.

"Korban didatangi oleh Allu berteman beberapa waria di Kompleks Pasar Tanru Tedong. Tiba-tiba Asse mengeluarkan badik dari pinggangnya mengancam korban," tuturnya.

Terkait pengancaman tersebut, kata Zakaria, saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi. Selain sebagai terlapor, Allu ternyata juga melapor AB dan Sy terkait Undang Undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE) dalam perkara unggahan di Facebook.

"Terlapor mem-posting video pelapor (Allu) dengan istrinya yang berisikan muatan hinaan dengan kalimat bahwa pelapor tersebut adalah bos waria," ucapnya.

Rekomendasi