Novel Lihat KPK Tak Taati Presiden soal TWK, Malah Serang Ombudsman dan Komnas HAM

Hal tersebut disampaikan Novel Baswedan saat menghadiri sidang gugatan administrasi hasil asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta, Kamis (30/6).

Rahmat Baihaqi
Oleh Rahmat Baihaqi - Reporter
Novel Lihat KPK Tak Taati Presiden soal TWK, Malah Serang Ombudsman dan Komnas HAM
Novel Baswedan kembali hadir di Sidang PTUN. ©2022 Merdeka.com/Rahmat Baihaqi

Mantan Penyidik KPK Novel Baswedan sempat mempertanyakan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang dianggap tidak jelas dan tidak pernah diberikan hasilnya. Hal tersebut disampaikan Novel Baswedan saat menghadiri sidang gugatan administrasi hasil asesmen tes wawasan kebangsaan (TWK) di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Jakarta, Kamis (30/6).

Menurut Novel, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) itu digunakan untuk dua hal. Pertama sebagai tes untuk pegawai baru kedua untuk kenaikan tingkat.

"Assesement itu dilakukan dua hal apabila mengisi posisi baru. Kedua untuk melihat ada untuk kenaikan posisi untuk kepentingan pelatihan, itu dijelaskan kekurangan juga," kata Novel.

Novel menambahkan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) ini dilakukan secara tertutup dan selebihnya ada pertanyaan aneh. Kendati itu kata Novel, penggugat memberikan pertanyaan ke Novel menanyakan hasil tesnya.

"Saya bertanya baik secara lisan maupun tertulis, hasilnya kami tidak dapat jawaban," ujar Novel.

"Bahkan sempat ke dewan pengawas untuk meminta melalui dewan pengawas tetapi sampai sekarang belum ada jawaban," sambung jawaban Novel dari penggugat.

Setelah itu penggugat menanyakan tentang pernyataan presiden kalau tes TWK tidak dijadikan acuan dasar pemberhentian pegawai KPK.

Perihal itu memang diketahui Novel Baswedan melalui sebuah rekaman. Tapi kata Novel, pihak KPK tidak mentaati pernyataan presiden.

"Bahkan pimpinan KPK, saya lihat menyalahkan Ombudsman dan Komnas HAM karena beberapa komentarnya mereka selalu menyerang lembaga-lembaga tersebut," tandasnya.

Rekomendasi