Angka kasus gigitan anjing rabies di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu. Di tahun ini terdapat 100 kasus positif rabies. Sedangkan tahun lalu ada 66 kasus.
Rabies merupakan penyakit yang disebabkan virus mematikan yang ditularkan pada manusia dari air liur hewan yang terinfeksi. Virus ini umumnya disebarkan melalui gigitan.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, hingga 59.000 orang di seluruh dunia meninggal karena rabies setiap tahun. Sembilan puluh sembilan persen dari mereka telah digigit anjing gila.
Dikutip dari berbagai sumber, jika menginfeksi manusia, virus rabies memengaruhi sistem saraf pusat, terutama menyebabkan peradangan pada otak. Anjing, kucing, dan kelinci peliharaan, serta hewan liar, seperti sigung, rakun, dan kelelawar, dapat menularkan virus ke manusia melalui gigitan dan cakaran. Kunci untuk melawan virus adalah respons yang cepat.
Begitu seseorang mulai menunjukkan tanda dan gejala rabies, penyakit ini hampir selalu menyebabkan kematian. Oleh karena itu, siapa pun yang berisiko tertular rabies harus mendapatkan vaksinasi rabies untuk perlindungan.
Jika seseorang digigit atau dicakar oleh hewan yang mungkin menderita rabies, atau jika hewan itu menjilat luka terbuka, orang tersebut harus segera mencuci setiap gigitan dan cakaran selama 15 menit dengan air sabun, povidone iodine atau deterjen. Ini mungkin meminimalkan jumlah partikel virus.
Kemudian segera mencari pertolongan medis. Setelah terpapar dan sebelum gejala dimulai, serangkaian suntikan dapat mencegah virus berkembang. Ini biasanya cukup efektif.
Suntikan tersebut yaitu dosis rabies imun globulin yang bekerja cepat. Diberikan secepat mungkin di dekat luka gigitan, ini dapat mencegah virus menginfeksi individu.
Serangkaian vaksin rabies. Ini akan disuntikkan ke lengan selama dua hingga empat minggu ke depan. Ini akan melatih tubuh untuk melawan virus setiap kali ditemukan.