Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memandang, perbedaan pendapat harus dimusyawarahkan dengan baik. Termasuk beda pendapat soal penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden.
"Jika ada narasi atau wacana di negeri ini yang berbeda dengan kesepakatan, tentulah harus diekspresikan dan dimusyawarahkan secara baik-baik. Apapun wacananya," kata Ridwan dalam keterangannya, Selasa (12/4).
"Termasuk wacana yang sempat menghangat sebelum demo, terkait perpanjangan jabatan presiden jadi 3 periode, yang tentunya berbeda dengan kesepakatan hanya 2 periode seperti tertulis di UUD 45," jelasnya.
Perbedaan argumentasi itu, kata Ridwan, jangan sampai membawa kekerasan. Ia mengecam terjadinya pengeroyokan terhadap Ade Armando ketika demonstrasi di depan Gedung DPR.
"Apapun ekspresi argumentasinya, jangan pernah membawa kekerasan dalam kegiatannya, termasuk kekerasan terhadap Ade Armando yang tidak semestinya terjadi, jika semua bisa menahan diri. Apalagi ini adalah bulan suci Ramadhan yang harus kita hormati," katanya.
Ia berterima kasih kepada mahasiswa yang melaksanakan unjuk rasa dengan tertib dan kondusif.
"Terima kasih untuk para mahasiswa yang unjuk rasa dengan tertib dan kondusif, khususnya di Bandung," kata Ridwan.