Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan, bahwa Ukraina meminta bantuan kemanusiaan beberapa negara, termasuk Indonesia. Mereka meminta bantuan pangan yang sudah menipis.
"Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina menyampaikan bahwa bahan pangan sudah sangat menipis. Karena itu, Ukraina dalam beberapa kali kesempatan telah meminta bantuan kemanusiaan kepada semua negara, termasuk Indonesia, terutama dalam bentuk bahan pangan," kata Retno dalam rapat bersama Komisi I DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (6/4).
Maka dari itu, Retno menyebut, Indonesia tengah mempertimbangkan untuk memberikan bantuan kepada rakyat Ukraina. "Demi kemanusiaan, Indonesia sedang mempertimbangkan untuk memberi bantuan kemanusiaan untuk rakyat Ukraina," ujarnya.
Retno mengatakan, Indonesia mengharapkan perundingan Rusia-Ukraina terus diintensifkan guna mencari penyelesaian damai. Gencatan senjata diperlukan agar bantuan kemanusiaan dapat diberikan.
"Apabila diperlukan mengenai kemajuan detail perundingan yang kami terus pantau dan komunikasikan dengan pihak-pihak terkait kami siap menyampaikan dalam forum tertutup," kata Retno.
Retno menyatakan, bahwa perang kedua negara itu harus dihentikan. Jika tidak, jumlah korban berjatuhan akan semakin banyak.
"Pernyataan yang konsisten disampaikan Indonesia adalah bahwa perang harus segera dihentikan. Jika tidak, situasi kemanusiaan akan semakin buruk di Ukraina. Saat ini lebih dari 4,2 juta orang telah mengungsi keluar dari Ukraina, sementara 6,5 juta orang harus menjadi pengungsi internal. Jumlah korban jiwa juga semakin besar," ucapnya.