Angin kencang menerjang pemukiman warga di Bangka Selatan, Provinsi Bangka BelitunSabtu (2/4). Peristiwa ini terjadi bersamaan dengan hujan intensitas tinggi.
"Kejadian ini memorak-porandakan Desa Nangka yang terletak di Kecamatan Air Gegas, Bangka Selatan," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari melalui keterangan tertulis, Selasa (4/4).
Menurut Abdul, data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB, sedikitnya 18 KK/72 jiwa terdampak. Tercatat 1 unit fasilitas ibadah dan 18 rumah mengalami rusak ringan. Rumah tersebut rata-rata mengalami kerusakan pada bagian atap. Tidak ada korban jiwa atas kejadian ini.
Abdul mengatakan, setelah angin kencang mereda, BPBD Kabupaten Bangka Selatan melakukan kaji cepat dengan menerjunkan tim ke lapangan guna melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan unit terkait. Hingga kini, para warga dibantu dengan tim gabungan yang berada di lapangan bergotong royong memperbaiki kerusakan rumah dan membersihkan material yang terbawa saat terjadi angin kencang.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada pagi, siang dan sore hari di wilayah Kota Pangkalpinang, Bangka Barat, Bangka, Bangka Tengah. Sementara untuk wilayah Bangka Barat, Bangka, Belitung dan Belitung Timur diperkirakan mengalami situasi yang sama pada malam hingga dini hari.
BNPB mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi, seperti angin kencang. Kondisi ini dapat terjadi atau menyertai saat hujan berlangsung.
Menghindari bahaya angin kencang, masyarakat diimbau untuk berlindung di dalam bangunan yang kokoh dan hindari berada di bawah pohon maupun papan baliho ketika terjadi hujan.