Banjir Landa 11 Desa di Luwu, 3 Jembatan Rusak

Sementara 11 desa yang terdampak meliputi Desa Rantebella, Desa Kadundung, Desa Bantu Sarek, dan Desa Lambanan di Kecamatan Latimojong.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Banjir Landa 11 Desa di Luwu, 3 Jembatan Rusak
Banjir di Luwu. ©2022 Merdeka.com

Banjir dan tanah longsor melanda 11 desa di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Senin (14/3). Peristiwa itu terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi memicu sungai meluap.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan hasil kaji cepat menunjukkan banjir berdampak pada 96 unit rumah, 16 hektar sawah terendam, dan 3 jembatan rusak. Kaji cepat dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Selasa (15/3).

"1 Tiang listrik roboh dan 300 meter pipa PDAM terputus," jelasnya melalui keterangan tertulis, Selasa (15/3).

Sementara 11 desa yang terdampak meliputi Desa Rantebella, Desa Kadundung, Desa Bantu Sarek, dan Desa Lambanan di Kecamatan Latimojong.

Berikutnya Desa Bone Lemo, Desa Saronda, Desa Tetekang, Desa Mardinding dan Desa Kadong-Kadong di Kecamatan Bajo Barat. Selanjutnya Desa Cimpu Utara dan Desa Malela di Kecamatan Suli.

Kondisi mutakhir saat ini, banjir telah surut. Masyarakat mulai membersihkan sisa material lumpur yang terbawa banjir. Tim gabungan juga membantu memperbaiki sarana dan prasarana yang rusak akibat banjir.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Luwu masih berpotensi hujan hingga Jumat (18/3). Guna mengantisipasi banjir susulan akibat cuaca, BNPB mengimbau pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat agar melakukan upaya kesiapsiagaan.

Seperti pembersihan lingkungan di sepanjang aliran sungai dan selokan, serta senantiasa memantau debit sungai saat hujan intensitas tinggi terjadi.

"Apabila hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi tersebut berlangsung secara menerus selama lebih dari 1 jam, maka masyarakat di sekitar lereng tebing dan di dekat sungai diminta untuk waspada dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman jika diperlukan," pesannya.

Rekomendasi