Petinju Hero Tito akhirnya menghembuskan napas terakhir setelah mengalami koma sejak Minggu (27/2). Petinju kebanggaan warga Malang itu berpulang Kamis (3/3) pukul 16.45 WIB di Rumah Sakit Mitra Keluarga Jakarta,
"Iya benar baru saja, pukul 16.45," tegas Amin Tan Tagore, Manajer Hero Tito dalam pesan singkatnya, Kamis (3/3).
Hero Tito sebelumnya kritis dan dilarikan ke rumah sakit setelah tumbang dalam pertarungan melawan James Mokoginta di Holywings Gatsu Club V Jakarta Minggu (27/2) lalu. Setelah menjalani perawatan, pemilik nama asli Heru Purwanto itu dinyatakan meninggal dunia.
Sementara Zulham Mubarak, mewakili keluarga mengungkap jenazah almarhum sekarang tengah dalam proses pemulangan ke rumah duka di Malang. Rencana almarhum akan di semayamkan di rumah duka di Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
"Sekarang sedang dalam proses administrasi di Rumah Sakit Mitra Keluarga Jakarta. Diperkirakan besok pagi tiba di Malang," tegas Zulham.
Zulham yang juga mantan manajer Hero Tito mengungkapkan bahwa almarhum dikenal sebagai pribadi pekerja keras. Perjalanan hidup yang dilaluinya sebagai bagian perjuangan kerasnya hingga menempatkan posisinya sebagai atlet nasional.
"Namanya sudah banyak mengharumkan Malang Raya. Sering membawa prestasi dan nama besar," tegasnya.
Walaupun di sisi lain, kehidupan ekonomi keluarganya sebenarnya membutuhkan perhatian. Almarhum sebelumnya sempat menjadi satpam, tukang parkir dan profesional trainer. Karena memang menjadi atlet belum menjanjikan sebagai tumpuan hidup, kendati penuh risiko.
Hero Tito yang lahir di Malang, 27 September 1986 berpulang di usia 36 Tahun. Almarhum mulai naik ring tinju pada 2004 dengan julukan The Lion Tito. Ia pemegang rekor bertanding 45 laga, 27 menang (11 KO) dan 16 kalah, 2 seri.
Tito pernah juara nasional tahun 2013 kelas bulu 57,1 Kg (KTI), juara nasional 2012 kelas bulu 57,1 kg (KTPI), juara nasional 2017 kelas ringan junior 58,9 kg (KTI), juara nasional 2016 kelas ringan junior 58,9 kg (ATI).