Tak ingin tragedi ritual maut di Pantai Payangan terjadi lagi, Pemerintah Kabupaten Jember (bakal membentuk Tim Identifikasi sebagai langkah mengantisipasi adanya aliran sesat. Langkah ini juga sebagai bentuk tindak lanjut dari rekomendasi yang diberikan MUI Jatim, yang meminta pemerintah bertindak tegas terhadap kelompok sejenis Tunggal Jati Nusantara.
Wabup Jember, MB Firjaun Barlaman, Tim Identifikasi bertugas memantau sekaligus mengawasi setiap gerakan kegiatan masyarakat. Agar tersaring tanpa adanya penyelewengan maupun pertentangan terhadap aturan agama dan negara.
"Akan dibentuk Tim Identifikasi untuk mengantisipasi adanya ajaran-ajaran yang bertentangan dengan agama, membahayakan masyarakat atau kemudian mengancam persatuan dan kesatuan," kata Wakil Bupati Jember, Firjaun Barlaman, Minggu (20/2).
Nantinya jika ada temuan kegiatan masyarakat yang berpotensi bertentangan, Tim Identifikasi mendapat kewajiban untuk meneruskan kepada pihak terkait agar segera ditindak lanjuti sesuai peraturan yang berlaku.
Advertisement
Tak berhenti disana, pasca terjadinya tragedi ritual maut di Jember, Gus Firjaun mendapat kesimpulan bahwa perlu adanya edukasi khusus kepada masyarakat secara luas, agar dalam menjalani kehidupan sehari-hari tidak memiliki indikasi keburukan.
“Di sinilah pentingnya peran Ulama, MUI, dan sebagainya, bahwa antara kepercayaan dan agama ini harus ada keterbatasan, tidak boleh dicampur," cetusnya.
Untuk diketahui, kasus ritual maut dilakukan Kelompok Tunggal Jati Nusantara di Pantai Payangan, Jember, Jawa Timur, cukup memprihatinkan kalangan ulama di Jawa Timur.
Dalam kasus ini, Ketua Padepokan Tunggal Jati Nusantara, Nur Hasan (38) merupakan inisiator ritual mandi di laut, berujung menewaskan 11 anggota padepokan pada Minggu 13 Februari 2022 dini hari lalu.
Sebelumnya, MUI Jatim telah menyatakan kelompok Tunggal Jati Nusantara sebagai kelompok sesat. MUI juga meminta pemerintah bertindak tegas terhadap kelompok sejenis.