Kasus Covid-19 di Palembang terus meningkat sehingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 diterapkan di kota ini. Namun, pemerintah setempat tetap menggelar acara yang menimbulkan kerumunan.
Acara yang menimbulkan kerumunan itu yakni launching Kampung Tangguh di Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur III, Palembang, Rabu (16/2). Kegiatan ini dihadiri Wali Kota Palembang Harnojoyo dan sejumlah petinggi lain.
Berdasarkan pantauan, kegiatan yang digelar di anak Sungai Musi itu menimbulkan kerumunan. Meski mayoritas undangan mengenakan masker, namun tampak pengaturan jarak.
Advertisement
Wali Kota Palembang Harnojoyo mengklaim acara itu sudah dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan. Meski terjadi kerumunan, Harnojoyo menyebutnya sudah sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 11 Tahun 2022.
"Yang penting tetap pada izin, pengaturan jarak, dan ada protokol kesehatan," kata Harnojoyo.
Sebelumnya, Harnojoyo menerangkan, PPKM level 3 di Palembang dilakukan mulai 15 Februari 2022 hingga 28 Februari 2022. Diberlakukan pembatasan di tempat umum dan sekolah, tidak lebih dari 50 persen dari kapasitas.
Advertisement
Kepala Dinas Kesehatan Palembang Fenty Aprina mengatakan, peningkatan kasus Covid-19 di kota itu signifikan mulai 13 Februari 2022 yang berjumlah 543 kasus. Sehari kemudian atau pada 15 Februari 2022, jumlahnya melonjak menjadi 793 kasus. Palembang juga penyumbang kasus Covid-19 harian di Sumsel.
"Pergerakan kasus positif di gelombang ketiga ini seperti gergaji, kadang naik dan kadang turun," ujarnya.
Menurut dia, peningkatan kasus lantaran varian Omicron telah menjadi transmisi lokal yang berawal dari aktivitas masyarakat keluar masuk Palembang, terutama dari Jakarta. Setelah menjadi transmisi lokal, penyebaran pun terjadi di lingkungan sekolah, tempat publik, dan perkantoran.
"Lonjakannya semakin sangat cepat, tapi tidak terlalu parah," kata dia.
Kegiatan yang menimbulkan kerumunan juga pernah terjadi pada saat Festival Lambidaro, Sabtu (5/2). Ketika itu, kasus Covid-19 mulai mengalami peningkatan setelah adanya kasus Omicron di Sumsel.
Pada acara itu, ribuan warga tumpah ruah di Jalan Brigjen Dhani Effendi Palembang untuk menyaksikan pertunjukan dan wisata kuliner. Banyak pengunjung tidak mengenakan masker. Alhasil, kegiatan ditutup lebih cepat dari waktu yang dijadwalkan.