Manfaat Kartu Prakerja gagasan Presiden Joko Widodo (Jokowi) banyak dirasakan masyarakat. Di antaranya meningkatkan keahlian yang dimiliki. Presiden Mahasiswa Universitas Palangka Raya (UPR) Restu Ronggo Wicaksono menilai, kartu prakerja bukan hanya membantu kebutuhan materil, namun juga bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan serta investasi ilmu untuk bekal menuju dunia kerja.
"Konteks kartu prakerja bukan hanya bantuan, tapi ada sebuah investasi ilmu. Di mana diharapkan masyarakat bukan hanya menerima bantuan, tapi memberikan manfaat keterampilan setelahnya," kata Restu di Palangka Raya, Jumat (4/2).
Kehadiran kartu prakerja dinilai tepat, mengingat kondisi ekonomi masyarakat sedang tidak stabil akibat pandemi Covid-19. Ia mengatakan kartu sakti gagasan Jokowi ini terbukti membantu perekonomian bangsa.
"Kita melihat kondisi saat ini, khususnya di 2020 mulai masuknya pandemi ke Indonesia yang menyebabkan tingkat kemiskinan tinggi. Kita melihat adanya jaringan bantuan sosial ini khususnya kartu prakerja yang membantu perekonomian masyarakat," terang Restu.
Kartu prakerja ini digagas Jokowi dan sudah berhasil menjangkau banyak peserta. Kartu sakti ini merupakan program pelatihan dan pembinaan guna meningkatkan keahlian dan kemampuan masyarakat, termasuk mahasiswa.
Pemerintah mencatat, jumlah penerima program kartu prakerja 2021 (batch 12-22) mencapai 5,93 juta orang, dengan nilai insentif Rp13,6 triliun. Angka ini meningkat jika dibandingkan posisi 2020 yang tercatat hanya 5,50 juta penerima dengan nilai Rp13,36 triliun.
Jika dirinci, dari total 5,93 juta penerima manfaat program prakerja, sebanyak 98 persen atau 5,83 juta orang telah menyelesaikan pelatihannya. Sementara sebanyak 5,71 juta atau 96 persen penerima telah mendapatkan insentif.